HUT Kemerdekaan RI

Ini Bedanya Permainan Tarik Tambang dengan Dagongan

Ini Bedanya Permainan Tarik Tambang dengan Dagongan

Ini Bedanya Permainan Tarik Tambang dengan Dagongan
tribunjateng/galih permadi/ist
Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga (Dinsospora) Kota Semarang menggelar lomba Dagongan tingkat pelajar di Lapangan Tri Lomba Juang, Kamis-Jumat (18-19/8). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG-Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga (Dinsospora) Kota Semarang menggelar lomba Dagongan tingkat pelajar di Lapangan Tri Lomba Juang, Kamis-Jumat (18-19/8). Lomba ini digelar dalam rangka HUT ke-71 Kemderdekaan RI sekaligus melestarikan permainan tradisional tersebut.

Dagongan merupakan permainan olahraga tradisional yang menggunakan bambu dengan ukuran tertentu. Permainan olahraga ini kebalikan dari permainan tarik tambang yang cara bermain dengan saling manarik, sedangkan untuk permainan dagongan, kedua regu saling mendorong sekuat tenaga untuk mencari kemenangan. Bambu sebagai alat mengadu kekuatan untuk saling mendorong antara regu yang satu dengan regu yang lain.

Peserta lomba dari tingkat SD/MI sebanyak 31 tim putra dan 33 tim putri, tingkat SMP/MTs sebanyak 20 tim putra dan 21 tim putri, sedangkan jenjang SMA/MA/SMK sebanyak 6 tim putri. Lomba dibuka langsung Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Kepala Dinsospora yang sekaligus Ketua Panitia Lomba Dagongan Pelajar 2016, Gurun Risyadmoko mengatakan bahwa lomba diikuti 777 peserta. "Kegiatan ini sebagai pengembangan rekreasi serta mengenalkan olahraga rekreasi kepada masyarakat Kota Semarang. Harapannya, dengan lomba ini menciptakan sumber kekuatan untuk membangun masyarakat Kota Semarang yang sehat dan cerdas jasmani maupun rohani," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribun Jateng.

Sementara itu Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, mengawali Lomba Dagongan Pelajar 2016 Kota Semarang dengan mengibaskan bendera di hadapan kedua tim pertama yang bertanding sebagai tanda lomba telah resmi dimulai.

Hendi mengatakan Lomba Dagongan diharapkan membangun kekompakan membangun Kota Semarang dalam hal ini mengutamakan tugas sebagai pelajar. "Permainan Dagongan ini adalah permainan tradisional dengan membutuhkan metode kekompakan dan gotong royong. Sama seperti Kota Semarang yang butuh kekompakan dan kebersamaan untuk membangun. Sebagai pelajar, bangunlah Kota Semarang dengan mengutamakan tugas yaitu belajar. Ancaman kita bukan penjajah namun narkoba yang bisa membuat masa depan akan hilang," ujarnya. (*)

Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved