Ganjar Kaget Mahasiswa Pertanian Kok Nggak Minat Jadi Petani
"Alhamdulillah pak, ciloko pora kira-kira? (Alhamdulillah pak, celaka tidak kira-kira?)," ucap Ganjar
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: muslimah
Laporan wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kedatangan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di kawasan Stiper Edu Agro Tourism (SEAT), Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (19/8/2016) disambut secara meriah para pejabat Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta dan ratusan mahasiswa baru perguruan tinggi itu.
Selain meresmikan bangunan SEAT, Ganjar pula menyempatkan waktu berinteraksi dengan para peserta Orientasi Kampus dan Kebun (Okabun), melalui kuliah umum bertema Wawasan Kebangsaan.
"Siapa yang bercita-cita menjadi petani? Tunjukan jari!" seru Ganjar.
Pria berambut khas warna putih itu pun sempat kaget. Ternyata yang mengacungkan jari hanya belasan dari sekira ratusan peserta Okabun. Artinya, minat mahasiswa baru Instiper Yogyakarta yang bercita-cita menjadi petani sangat sedikit.
"Alhamdulillah pak, ciloko pora kira-kira? (Alhamdulillah pak, celaka tidak kira-kira?)," ucap Ganjar sembari menengok ke arah Rektor Instiper Yogyakarta, Purwadi yang hanya merespon tertawa.
Penasaran, Ganjar pun mendatangi beberapa peserta Okabun yang tak ingin menjadi petani. Ia lantas mengajukan pertanyaan cita-cita para mahasiswa itu. Singkat cerita, Ganjar menyimpulkan kebanyakan peserta Okabun 2016 di Instiper bercita-cita menjadi pengusaha.
"Bagaimana kita mau mencintai tanah air ini? Kalau generasi yang menimba ilmu di bidang pertanian malah ingin menjadi pengusaha. Kebanyakan ingin pekerjaan yang tidak mengotori tangan, tidak kena lumpur, ingin yang instan tetapi banyak duit," ucap Ganjar bernada datar.
Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menyampaikan beberapa permasalahan dalam pertanian di Indonesia. Misal saja, alih fungsi lahan pertanian produktif di wilayah Pulau Jawa.
"Permasalahan pertanian di negara ini masih menunggu kalian lulus. Kalau sedikit dari kalian yang menjadi petani, kedaulatan pangan kita bagaimana?" katanya.
Ganjar berharap, lulusan Instiper Yogyakarta dapat mengembangkan teknologi bidang pertanian yang mumpuni. Contohnya, menciptakan bibit unggul, maupun inovasi-inovasi dalam pertanian. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ganjar_20160819_182255.jpg)