Menperin Airlangga Kunjungi PT Pura Barutama di Kudus

Menperin Airlangga Kunjungi PT Pura Barutama atau dikenal dengan Pura Group di Kudus, Jumat (19/8) siang.

Menperin Airlangga Kunjungi PT Pura Barutama di Kudus
tribunjateng/yayan isro roziki
Menperin Airlangga Kunjungi PT Pura Barutama atau dikenal dengan Pura Group di Kudus, Jumat (19/8) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, melakukan kunjungan kerja ke PT. Pura Barutama atau dikenal dengan Pura Group di Kudus, Jumat (19/8) siang. Airlangga mengapresiasi industri nasional dalam bidang kertas berharga dan juga hologram.

"Saya pikir Pura punya enginering kuat di kertas berharga dan hologram, ini harus terus kita dorong," katanya.

Disampaikan, pihaknya akan mendorong perindustrian nasional dengan berbagai program kebijakan. Menurutnya, kualitas kertas berharga dan hologram dari Pura Group tak peerlu diragukan lagi.
"Tak hanya dimintai pasar dalam negeri, tapi juga untuk ekspor di pasar internasional," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Menperin juga menyampaikan kondisi perkembangan industri pulp dan kertas. Menurut dia, Indonesia termasuk produsen pulp dan kertas terkemuka di dunia.

"Untuk industri pulp peringkat sembilan dan untuk industri kertas peringkat enam. Sedangkan, di Asia Tenggara menempati peringkat pertama, untuk industri pulp dan kertas," sambung dia.

Presdir Pura Group, Yohanes Moeljono, menambahkan pihaknya membawahi 27 divisi yang terintegrasi ke dalam berbagai kelompok industri. Antara lain industri kertas, cetak, hologram, smart card, dan engineering.

"Kami telah mengekspor 60 persen produknya ke lebih dari 50 negara," ujarnya.
Ditambahkan, kapasitas produksi Pura Group saat ini mencapai 18.000 ton per tahun kertas berharga. Semisal buku bank, buku nikah, cek, ijazah, paspor dan sertifikat.

“Perusahaan ini juga memproduksi kertas uang dan mensupply ke negara-negara lain seperti Vietnam, Sudan, Bangladesh, India, dan yang lainnya," bebernya.

Disamping itu, disampaikan, divisi engineering Pura Group telah melakukan terobosan, dengan membuat tempat penyimpanan untuk holtikultura yang disebut Control Atmosphere Storage (CAS). Menurutnya, teknologi CAS sangat berbeda dengan teknologi Cold Storage.

"Cold Storage hanya bekerja mengendalikan temperatur saja, sedangkan CAS ada 6 komponen yang dikendalikan yaitu O2, CO2, N2, RH, temperatur dan Ethylene. Sehingga bawang merah yang disimpan yang disimpan dalam waktu yang cukup lama tidak akan mengalami kerusakan dan susut bobot yang kecil (+/-10%)," imbuh dia.

Moeljono berharap mesin hasil inovasi anak negeri ini mampu mendukung pemerintah dalam rangka program ketahanan pangan. Khususnya stabilisasi harga dan produktivitas bawang merah. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved