Resensi Buku

Kiat Menjadi Pribadi yang Tidak Mudah Menyerah

“Para pecundang selalu punya alasan untuk mundur dan akhirnya kalah. Sedangkan para pejuang selalu punya cara tampil terbaik dan meraih kemenangan!”

Kiat Menjadi Pribadi yang Tidak Mudah Menyerah
NET
buku JANGAN MUDAH MENYERAH karya DWI SUWIKNYO 

Resensi oleh Ratnani Latifah Penyuka buku dan penikmat literasi. Alumni Universitas Islam Nadlatul Ulama Jepara.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- “Para pecundang selalu punya alasan untuk mundur dan akhirnya kalah. Sedangkan para pejuang selalu punya cara tampil terbaik dan meraih kemenangan!” (hal 3).

Berdasarkan kutipan itu, mestinya kita menyadari, menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah itu lebih hebat dari pada menjadi seorang yang pesimistis, tidak berani berjuang dan melangkah.
Namun, yang menjadi pertanyaan, bagaimana menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah? Buku ini menjadi jawaban yang tepat sebagai pembelajaran bagaimana menjadi seorang yang memiliki optimisme tinggi.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah selalu mensyukuri apa yang ada. Lewat bersyukur akan tercipta jiwa yang ikhlas dalam menerima segala ketentuan Tuhan. Lagi pula, menghitung nikmat Allah sudah tentu sulit lantaran saking banyaknya (hal 17). Jadi, ketika cobaan datang, hal yang terbaik yang dilakukan adalah mensyukuri.
===================================
Judul: Jangan Mudah Menyerah
Penulis: Dwi Suwiknyo
Editor: Nazim
Penerbit: Genta Group Production
Cetakan: Pertama, Mei 2016
Halaman: x + 174 hlm
ISBN: 978-602-6991-75-1
===================================
Kedua, berpikir positif, menyadari bahwa hidup adalah anugerah. Sebagaimana yang dipaparkan ilmuwan terkemuka—Tony Buzan dalam tulisannya berjudul Head Strong, yang mengatakan, manusia itu makhluk ajaib dengan komposisi tubuh yang dimiliki (hal 38). Atau tentang kecerdasaan yang dimiliki manusia dengan potensi-potensi yang berbeda, itupun anugerah. Itulah nikmat yang telah Allah berikan pada hamba-Nya.

Ketiga, siap menjalani hidup dan melakukan yang terbaik. Tidak peduli bagaimana keadan yang ada, kita harus hidup dengan baik. Kebahagian itu tidak semata-mata pada kepemilikan atas hidup ini namun bagaimana cara menjalani hidup yang lebih menetukan arti bahagia yang hakiki (hal 71).

Keempat, Selalu mengingat Allah. Karena Allah akan selalu menunjukkan kebesaran dan kuasa-Nya. Dengan mengetahui kebesaran dan kuasa Tuhan, kita bisa belajar hanya pada-Nya, kita bersandar dan memohon. Allah-lah yang maka kaya dan hanya pada-Nya manusia akan kembali.

Kelima, selalu bersabar dalam menghadapi segala cobaan hidup. Sabar adalah pondasi yang harus dimiliki setiap insan. Kesabaran itu berarti memiliki kesadaran, bahwa kesulitan itu tidak akan berlangsung lama. Setelah kesulitan akan ada kemudahan. Bukankah Allah sudah mengingatkan hal itu dalam firman-Nya?

Keenam, Memiliki mental kuat dan tidak mudah putus asa atau menyerah. Meski harus jatuh berkali-kali, kita harus bangkit dan berjuang lagi. Sebaiknya harus selalu berprasangka baik pada Allah. (hal. 164).

Buku ini memaparkan semua itu dengan bahasa renyah dan mudah dipahami. Dalam membahas bagaimana menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah, penulis juga menyertakan kisah-kisah inspiratif yang bisa diteladani. Buku ini sangat cocok dibaca kita yang ingin membangun optimisme—tidak mudah menyerah dalam hidup dan berjuang meraih impian. Recomended. (tribunjateng/cetak)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved