WASPADALAH Ada Iklan Tempat Penampungan Gratis Tapi Bayar Pakai Seks

WASPADALAH Ada Iklan Tempat Penampungan Gratis Tapi Bayar Pakai Seks

WASPADALAH Ada Iklan Tempat Penampungan Gratis Tapi Bayar Pakai Seks
NET
ILUSTRATION 

TRIBUNJATENG.COM- Sebuah lembaga sosial untuk penampungan tuna wisma di Inggris mendesak pemerintah, untuk mengambil langkah tegas terhadap persoalan tuna wisma di negara itu. Desakan itu khususnya terkait dengan temuan kasus eksploitasi seksual terhadap wanita tuna wisma oleh para lelaki di Inggris.

Para wanita itu bisa mendapatkan akomodasi cuma-cuma, asal "membayar" dengan layanan seks kepada pemberi akomodasi.

Saat ini, ada satu orang pria di London yang memasang iklan online. Dalam iklan itu dengan lugas disebutkan, dia sedang mencari wanita tuna wisma yang membutuhkan penampungan, dan mereka bisa membayar dengan "seks".

Iklan itu hanya satu contoh dari ratusan iklan serupa yang hendak mengeksploitasi perempuan rentan. Demikian pernyataan lembaga tersebut, yang dilansir laman WWWN, Sabtu (20/8/2016),

Lusinan iklan macam itu beredar di London. Mereka mencari wanita dan pelajar perempuan yang tak memiliki tempat tinggal, dan mau membayar tempat tinggal dengan tubuh mereka. Judul iklan itu kira-kira berbunyi: “Homeless Females? Free Rent House Share.

"Saya membuka tawaran ini untuk wanita muda, single, dengan daya tarik seks, dari suku dan warga negara mana pun, untuk berbagi rumah, makan dan minum gratis, termasuk menggunakan semua fasilitas," demikian bunyi iklan itu. “Jika ada yang beminat, silakan kirimkan foto anda.

Pada iklan serupa lainnya, ada yang menggunakan judul: “Free accommodation for female student (London). “Jika ada pelajar di London yang menginginkan tempat tinggal gratis, dan bersedia memberikan 'sesuatu' sebagai imbalan, maka silakan kirimkan data pribadi lengkap beserta foto."

“Kirim balasan melalui email pribadi anda beserta foto. Tidak ada foto, tidak ada reply,"
Krisis perumahan yang melanda Inggris telah menyebabkan membengkaknya angka tuna wisma. Mereka lantas menjadi budak seks demi mendapatkan tempat tinggal. Pelaku bisnis pelacuran dan pengedar narkoba adalah pihak yang juga sering memasang reklame macam itu. (*)

Editor: iswidodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved