Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

IJTI Muria Raya Geruduk Kantor PLN Rembang, Tuntut Penuntasan Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan

Saat korban menjalani perawatan di rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang, massa yang sebagian pekerja PLTU menghalangi wartawan, yang akan meliput

Tayang:
Penulis: rustam aji | Editor: rustam aji
istimewa
Hari ini wartawan televisi yang tergabung dalam IJTI Korda Muria Raya melakukan aksi unjuk rasa di kantor PLN Kabupaten Rembang Jawa Tengah bersama para wartawan lainnya serta organisasi wartawan. 

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG - Hari ini, Senin (22/8/2016), wartawan televisi  yang tergabung dalam IJTI Korda Muria Raya melakukan aksi unjuk rasa di kantor PLN Kabupaten Rembang Jawa Tengah bersama para wartawan serta organisasi wartawan lainnya.

Aksi tersebut menuntut agar kasus kekerasan yang dilakukan oknum pekerja PLTU Rembang terhadap wartawan diusut tuntas.

Berdasarkan laporan yang dibuat Ketua IJTI Korda Muria Raya Indra Winardi, tindakan kekerasan dan intimidasi menimpa sejumlah awak media saat meliput kecelakaan kerja di PLTU Rembang. Kronologis kejadian yaitu, kasus kecelakaan kerja di PLTU Desa Leran Kecamatan Sluke, Rembang Jawa Tengah, pada jumat (18/09) 4 orang pekerja menderita luka bakar serius, karena diduga terkena uap akibat kebocoran pipa.

demo ijti

Saat korban menjalani perawatan di rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang, massa yang sebagian pekerja PLTU menghalangi wartawan, yang akan meliput di rumah sakit tersebut.

Wartawan yang meliput peristiwa itu adalah JAMAL AG dari Suara Merdeka, SARMAN WIBOWO Semarang TV ,DIKY PRASETYO Radio Pop FM Heru budi sudarmanto dari Radio CB FM dan Wisnu Aji Radar Kudus Jawa Pos Group. Bahkan HP wartawan wisnu dari radar kudus dirampas hp nya, kemudian file – file foto di dalamnya dihapus.

ijti-2

Wartawan juga sempat diancam akan dihabisi. Tak cukup sampai itu saja, wartawan Semarang TV, Sarman Wibowo dikejar – kejar massa , dimana sejumlah massa yang mengejar ada yang berteriak teriak kroyok dan bunuh ,hingga keluar rumah sakit. Yang bersangkutan Jum’at siang harus check up ke rumah sakit di Semarang, lantaran memiliki riwayat penyakit jantung.

ijti-3

Ketua IJTI Pengda Jawa Tengah Teguh, Hadi Prayitno, sangat menyesalkan terjadinya kasus tersebut. Terlebih lagi kasus kekerasan terhadap wartawan baru terjadi di Medan Sumatra Utara, yang dilakukan oleh oknum TNI AU. Kasus itu memicu unjukrasa di berbagai daerah di tanah air, termasuk di kota Semarang.(*)

ijti-4

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved