Liputan Khusus

Pelabuhan Berbenah, Penumpang Betah Berlama-lama di Tanjung Emas

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang terus membenahi infrastruktur sejak beberapa tahun terakhir.

Pelabuhan Berbenah, Penumpang Betah Berlama-lama di Tanjung Emas
tribun jateng/ m syofri kurniawan
Terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Minggu (21/08/2016). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mata Sukisno tidak henti-henti memandangi foto-foto objek wisata yang dipasang di dinding-dinding terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang. Warga Ungaran, Kabupaten Semarang itu sempat mengaku heran saat memasuki terminal. "Rasanya tidak seperti di pelabuhan, seperti di bandara atau mal. Tempatnya menyenangkan sekarang," kata Sukisno kepada Tribun Jateng, akhir pekan lalu.

Kedatangannya ke Tanjung Emas untuk mencari info keberangkatan kapal menuju Kalimantan. Ia berencana mengadu nasib di sana setelah lebaran Idul Adha mendatang. "Cari info dulu, sampai sini malah keenakan melihat pelabuhan yang nyaman. Jadi betah berlama-lama duduk sambil melihat foto-foto objek wisata," ucapnya.

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang terus membenahi infrastruktur sejak beberapa tahun terakhir. Kawasan pelabuhan khususnya terminal penumpang telah disulap menjadi pelabuhan berkelas internasional. Pantauan Tribun Jateng, mulai pintu masuk terminal penumpang terlihat bersih. Di dinding-dinding terminal, dipasang beberapa foto lokasi objek wisata yang ada di Jateng.

Branch Manager Destination Asia Indonesia Yogyakarta, Nyoman Sudira, mengakui pembenahan Pelabuhan Tanjung Emas disambut baik para wisatawan asing. Destination Asia Indonesia adalah agen perjalanan yang biasa mendatangkan kapal pesiar ke tanah air.

Menurut Nyoman, Jateng berpotensi untuk menjadi daerah tujuan wisatawan mancanegara. Selain banyak obyek wisata budaya, Jateng juga memiliki banyak wisata alam. "Karena itu kami minta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menyiapkan tempat-tempat wisata itu," katanya.

Nyoman melihat animo wisatawan asing sangat bagus. Hanya saja, masih belum banyak lokasi wisata yang bisa dikunjungi di Jateng. “Sudah banyak pembenahan, revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang akan menjadi daya tarik tersendiri. Tinggal pemerintah Jateng membenahi objek-objek wisata,” katanya.

Berdasarkan catatannya, kapal pesiar dengan jumlah wisatawan mencapai total ribuan penumpang telah bersandar di Tanjung Emas sebanyak 24 kali pada 2015. Sedangkan pada 2016 ini, terjadwal 20 kali kapal pesiar bersandar di Tanjung Mas. Terakhir, kapal pesiar akan bersandar pada 28 Desember mendatang.

Ia menegaskan, wisatawan tidak akan pernah berhitung berapa biaya yang dikeluarkan. Wisatawan, kata Nyoman, mencari objek yang memiliki nilai wisata. Selama hal itu ditemukan di  Jateng maka dipastikan akan menjadi daerah tujuan setiap tahunnya. "Misalnya desa wisata, panorama alam dan monumen lama. Itu yang menjadi tujuan para wisatawan asing. Kalau itu bisa disediakan, Jateng akan kebanjiran wisatawan mancanegara. Manfaatnya, warga sekitar juga kecipratan untung," tandasnya.

Butuh Empat Tahun

 Saat pertama kali menjabat sebagai General Manager PT Pelindo III Cabang Pelabuhan Tanjung Emas, Tri Suhardi hanya bisa mengelus dada melihat kondisi terminal penumpang pada 2012. Ia mengatakan, pada waktu itu kondisi terminal penumpang kumuh baik terminal domestik maupun internasional.

Setiap kali rob, terminal penumpang pasti tergenang air. Bahkan, toiletnya tidak bisa dipakai karena posisinya di bawah permukaan laut. "Waktu itu sudah ada kapal pesiar. Tapi kalau datangnya pas rob, kami harus pasang palet agar turis asing tidak terkena rob," kenangnya. (tim)

Selengkapnya baca edisi cetak Senin (22/8/2016)

Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved