Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

MENGGEMASKAN, Nelayan Ini Tak Sadar Gunakan Jimat Mutiara Senilai Rp 1,3 Triliun

MENGGEMASKAN, Nelayan Ini Tak Sadar Gunakan Jimat Mutiara Senilai Rp 1,3 Triliun

Tayang:
Penulis: Widha Kumalasari | Editor: iswidodo
net
NELAYAN FILIPINA bikin heboh 

TRIBUNJATENG.COM - Nelayan Filipina menggunakan benda putih berbentuk seperti kerang untuk jimat. Penggunaan jimat itu sudah berlangsung selama 10 tahun, sejak nelayan Filipin itu menemukan benda tersebut 10 tahun silam di laut lepas pantai Pulau Palawan, Filipina.

Dia tak menyadari bahwa benda yang ditemukan secara tak sengaja di dasar laut itu merupakan mutiara bernilai menakjubkan. Usut punya usut, mutiara itu kemudian diketahui seberat 34 kilogram dan bernilai mencapai $100 juta dollar atau kira-kira Rp 1,3 triliun.

Filipina pun heboh. Para pejabat Filipina meyakini nelayan itu telah menemukan mutiara kerang raksasa alamiah terbesar di dunia, dengan berat 34 kg. "Kami terkejut saat dia membawa barang tersebut," kata pejabat Palawan, Aileen Amurao.

Para pejabat menunggu kepastian dari ahli batu berharga bahwa temuan tersebut memang mutiara terbesar dunia. Mutiara dengan lebar 61 cm dan panjang 30 cm tersebut, jika sudah dipastikan, akan mengalahkan pemegang rekor saat ini, Pearl of Lao Tzu, seberat 6,4 kg.

Kala itu 10 tahun silam, Nelayan melemparkan jangkar ke bawah dan terjebak di atas batu saat badai. Dia melihat dan berenang ke bawah untuk menarik jangkar. Saat itu dia menemukan benda mutiara tersebut serta menyimpannya selama satu dekade

Nelayan itu memilih untuk menyimpannya sebagai jimat keberuntungan di rumah kayunya yang kumuh. Namun, akhirnya ia menyerahkan ke petugas pariwisata setempat di daerah Puerto Princessa. Besarnya mutiara itu sontak membuat petugas tercengang. Ditunggu hasil pemeriksaan otentikasi dari Gemologist Institute. Apakah benar mutiara raksasa itu bakal menumbangkan rekor dunia yang masih dipegang Pearl of Allah yang dikenal sebagai Mutiara Lao Tse yang juga ditemukan di lepas Palawan, Filipina pada 1934. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved