Jemaah Haji 2016
Usia Mendekati Seabad, Mbah Tumin Berangkat Haji Tampak Segar Tanpa Alat Bantu
Usia Mendekati Seabad, Mbah Tumin Berangkat Haji Tampak Segar Tanpa Alat Bantu. Dia akan diberangkatkan 28 Agustus bareng kloter 52 dari Donohudan.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Berjalan dengan badan tegap, Tumin (91) keluar dari rumah yang berada di Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Badannya tampak segar bugar.
Di usia senjanya, ia berjalan tanpa alat bantu berupa kursi roda ataupun tongkat berjalan. Tumin merupakan calon haji asal Kota Tegal yang berusia diatas 90 tahun. Total kuota jemaah calon haji Kota Tegal berjumlah 203 tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 52 Emberkasi Solo yang akan berangkat pada Minggu (28/8/2016) dini hari mendatang.
Pada kloter 52, calhaj asal Kota Tegal bersama dengan jemaah asal Kabupaten Pemalang yang berjumlah 123 dan asal Kabupaten Banyumas dengan jumlah 19 jemaah. Serta ditambah petugas sekitar delapan orang.
Tumin yang merupakan duda empat anak dan delapan cucu itu sudah mendaftar haji pada 2012. Pria yang kesehariannya menjadi petani itu baru bisa berangkat 2016 ini bersama anak pertama dan menantunya.
"Saya niat berangkat haji sudah lama. Namun baru bisa mendaftar pada 2012 dan berangkat tahun ini. Berkat doa dan niat untuk beribadah saya masih dikasih kesehatan untuk berangkat haji," kata Mbah Tumin dengan Bahasa Jawa, Jumat (26/8/2016).
Untuk berangkat haji, ia mengaku harus menabung terlebih dahulu. Tabungannya berasal dari menjual pohon albasia miliknya yang ditanam di lahan seluas 4.000 meter persegi.
Hasil penjualan sejumlah pohon albasia pertama laku dengan nilai Rp 20 juta. Kemudian, ia jual sejumlah pohonnya dengan nilai Rp 12 juta. Selain itu, dia juga menjual anakan sapi yang laku Rp 22 juta.
Awalnya, Mbah Tumin mendaftar haji lewat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang lantaran rumahnya beralamat di Dukuh Sidangen Utara, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.
Kemudian, karena usianya dan merupakan calon haji berisiko tinggi (risti), dia harus didampingi kerabat atau keluarganya. Ia pun harus mutasi atau pindah ke Kota Tegal agar berangkat bersama anaknya.
"Karena sudah tua, jadi bapak (Tumin) harus didampingi. Kebetulan saya dan istri juga akan berangkat haji sehingga beliau mengikuti jadwal keberangkatan kami, yakni pada 2016 ini," kata anak Tumin, Samsudin (54).
Menurutnya, tidak ada persiapan khusus untuk mendampingi ayahnya itu. Lantaran, Mbah Tumin masih masih sehat dari segi fisik. "Semua inderanya masih normal. Hanya saja kalau membaca harus pakai kacamata. Giginya juga belum ompong semua jadi tidak susah untuk makan," jelas Samsudin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/usia-mendekati-seabad-mbah-tumin-berangkat-haji-tampak-segar-tanpa-alat-bantu_20160826_104946.jpg)