Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Darah di Tubuh Mirna Salihin Mengeras dan Tidak Bisa Mengalir

Sebelumnya petugas Pusat Laboratorium Forensik Polri hanya menemukan racun sianida di tiga sampel yang dikirim oleh penyidik Polda Metro Jaya

Editor: muslimah
ABC
Jessica Wongso dan Mirna Salihin berpose dalam sebuah photo booth. 

TRIBUNJATENG.COM - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengungkapkan penyebab tidak adanya racun sianida dalam beberapa organ tubuh Wayan Mirna Salihin (27).

Beberapa organ tubuh tersebut yakni empedu, hati, dan urine.

"Kalau kena lambung belum sempat disalurkan sudah meninggal. Kalau meninggal kan metabolisme tubuh stop," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Selasa (19/1/2016).

Krishna melanjutkan, jenazah Mirna sudah telanjur diberi formalin sehingga ada beberapa organ yang tidak dapat ditemukan sianida di dalamnya.

"Yang lebih parah lagi dia sudah diformalin untuk diawetkan. Jadi yang terbaik, otopsi sebelum formalin, tapi masih dapat bukti," kata Krishna.

Sebelumnya petugas Pusat Laboratorium Forensik Polri hanya menemukan racun sianida di tiga sampel yang dikirim oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Tiga sampel tersebut diambil dari sisa gelas es kopi Vietnam pesanan Mirna, kopi Mirna dalam botol, dan lambung Mirna.

Wayan Mirna Salihin tewas setelah meminum kopi di Kafe Olivier, Rabu (6/1/2016). Dalam kopi Mirna ditemukan racun sianida.

Dalam sidang kopi sianida sebelumnya, pengacara Jessica Kumala Wonso, Otto Hasibuan mempermasalahkan kenapa darah Mirna tidak diperiksa.

Karena berdasarkan pemeriksaan, sianida di lambung Mirna hanya 0,2 miligram dan itu tidak cukup mematikan.

Saksi ahli mengatakan sianida tidak hanya di lambung melainkan juga menyebar ke bagian tubuh lain termasuk darah.

Ahli Toksikologi Prof I Made Agus Gelgel Wirasuta memprediksi sianida di tubuh Mirna di angka 12,7 mg.

Sementara itu, Ayah Mirna, Edi Darmawan Salihin mengungkapkan fakta lain kenapa pemeriksaan darah tidak dilakukan.

Menurutnya setelah meninggal Mirna sempat akan diambil darahnya namun karena sudah diformalin darah sudah mengeras dan tidak bisa mengalir. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved