Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

MENGAGETKAN, Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Ternyata Anak Pengacara Senior

MENGAGETKAN, Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Ternyata Anak Pengacara Senior

Editor: iswidodo
tribunjateng/cetak
MENGAGETKAN, Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Ternyata Anak Pengacara Senior 

TRIBUNJATENG.COM - Siapa Ivan Armadi Hasugian yang gagal meledakkan bom rakitan di Gereja Santo Yosep, Jl Dr Mansyur No 75, Medan? Ia ternyata anak pengacara senior di Kota Medan, Sumatera Utara.

"Saya tidak tahu nama lengkap ayahnya. Kami, warga sekitar panggil ayahnya Pak Hasugian (70). Pekerjaan pengacara senior di Kota Medan. Dulu lama jadi pengacara," ujar Tampubolon, tetangga Ivan, di Jalan Setiabudi, Gang Sehati, Minggu (28/8).

Tampubolon menambahkan, keluarga Ivan Armadi merupakan orang lama di Gang Sehati, Setia Budi, Medan. Oleh sebab itu, tidak sedikit masyarakat mengenal keluarga Hasugian. "Mereka penduduk lama di sini, semua kenal. Ivan itu anak ketiga, dan lahir di sini. Hanya saja mereka tidak bergaul, agak sombong dan tak pernah bermasyarakat," katanya.

Ia mengungkapkan, Ivan bersama keluarga besarnya tidak sering berbincang dengan masyarakat. Artinya, mereka tertutup. Bahkan, tidak pernah aktif saat masyarakat kompleks menggelar hajatan atau acara. "Ivan tidak kuliah, hanya tamat SMA. Dilihat dari segi rumah, memang dia anak orang kaya. Jadi kami kaget kali, nggak menduga sebelumnya," tambahnya.

Tetangga lainnya, Siagian, juga menyatakan Ivan sosok yang tertutup. "Tertutup orangnya. Nggak pernah mau nyapa kami. Sering kali itu keluar sendiri. Diam‑diam sajalah kerjanya. Kami pernah menyapa dia, cuma dia bilang nggak kenal kami," ujar Siagian.

Ditambahkan, hanya sang ibu yang dipanggil Boru Purba, mau berkomunikasi dengan warga sekitar. "Ibunya si Boru Purba saja paling yang mau ngomong sama warga sini. Dia dan ayahnya jarang terlihat kami bicara sama warga," ujarnya.

Menurut Siagian, ayah Ivan bekerja sebagai pengacara dan ibunya adalah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di puskesmas. "Anak ketiga dari tiga bersaudara dia itu. Abangnya sudah ada yang menikah. Ayahnya pengacara, ibunya PNS," ujarnya.

Menurut para warga Gang Sehati, Ivan mengecap pendidikan di SMA 4 Medan namun tidak tamat. Di tingkat sebelumnya Ivan tercatat sebagai siswa SMPN 1 Sunggal. Rumah pelaku langsung digeledah polisi. Tampak para polisi masih berjaga‑jaga di lokasi. Orangtua maupun pelaku saat ini sudah diamankan oleh Polresta Medan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Nur Fallah mengatakan Ivan Armadi Hasugian sempat menyaru sebagai jemaat Gereja Stasi Santo Yosep sebelum beraksi. "Sebelum melakukan upaya menyerang pastor, pelaku berpura‑pura menjadi jemaat dan ikut misa," ujar Nur Fallah.

Ia menambahkan, Ivan kemudian berupaya meledakkan bom rakitan itu. Para jemaat sempat melihat adanya percikan api dari dalam tas. "Setelah percikan api keluar, pelaku mengejar pastor dan ternyata mau membunuh pastor dengan pisau," katanya. Nur Fallah menyebut motif penyerangan itu masih didalami. (tribunmedan/tio)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved