IRONIS, Saat Pemkot Sibuk Atasi Banjir Rob, Dua Panel Mesin Pompa Hilang Dicuri Orang

IRONIS, Saat Pemkot Sibuk Atasi Banjir Rob, Dua Panel Mesin Pompa Hilang Dicuri Orang

IRONIS, Saat Pemkot Sibuk Atasi Banjir Rob, Dua Panel Mesin Pompa Hilang Dicuri Orang
TRIBUNJATENG/M SOFRI KURNIAWAN
Petugas Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (PSDA dan ESDM) Kota Semarang membendung muara Kali Banger, persisnya di Kampung Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara, Kota Semarang, Senin (29/08/2016). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, tampak geram ketika mendapati panel pengoperasian dua pompa di Rumah Pompa Kali Banger hilang. Pencuri telah mengangkut panel itu sehingga dua dari lima pompa di tempat tersebut tidak bisa beroperasi.

"Saya prihatin beberapa panel hilang dicuri. Di saat kami berjuang mengatasi rob dan banjir ada masyarakat yang tidak paham betapa vital fungsi panel pompa tersebut," ujar Hendi, demikian sapaan akrab Hendrar Prihadi, saat meninjau Rumah Pompa dan Proyek Bendungan Muara Kali Banger, Senin (29/8).

Kasus pencurian, kata Hendi, sudah dilaporkan ke Polsek Semarang Timur. "Kami berharap kepada polisi segera menangkap pelaku. Ini bukan persoalan monitor listrik saja, tetapi yang diambil mempengaruhi kekuatan dua pompa air yang berperan dalam penurunan permukaan air di aliran Kali Banger. Saya minta PSDA dan ESDM (Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral) untuk menganggarkan pengadaan panel di APBD perubahan, " ujarnya.

Seusai dari rumah pompa, Hendi beserta rombongan lalu menuju proyek pembangunan bendungan di muara Kali Banger di Kampung Tambakrejo, Kecamatan Semarang Utara. Proyek dilakukan secara swakelola dengan anggaran sekitar Rp 200 juta.

Hendi mengatakan, pembendungan muara Kali Banger merupakan upaya penanganan sementara rob dan banjir di wilayah timur Kota Semarang. "Ketika air pasang air laut tinggi, bendungan menutup air laut masuk ke aliran Kali Banger sehingga tidak menyebabkan rob di kawasan Bugangan, Citarum, dan Bubakan. Sebaliknya air dari Kali Banger akan dipompa melalui rumah pompa Banger. Ini swakelola sebagai langkah cepat agar dirasakan masyarakat. Tiga-empat hari sudah bisa tertutup," ujarnya.

Ketika bendungan sudah dikerjakan, kata dia, proses penurunan air di Kali Banger akan berlangsung relatif cepat. Terlebih lagi, ditambah dengan kekuatan lima pompa di rumah Pompa Banger. "Saya telepon semalam (Minggu malam--Red) di Mlatibaru, Mlatiharjo, dan Bugangan yang ada di sepanjang Sungai Banger airnya turun 30 centimeter dalam pengoperasian pompa selama dua jam. Itu belum ada bendungan. Jika sudah ada bendungan akan lebih maksimal," ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 05 RW 16 Kampung Tambakrejo, Edi Saktiono, mengapresiasi langkah Pemkot Semarang untuk menanggulangi rob dan banjir di wilayahnya. Ia berharap, bendungan bisa memutus air pasang air laut. "Karena belum jadi belum bisa dirasakan fungsinya. Saya berharap tidak hanya di sini saja bendungannya, tapi juga di sebelahnya karena rob sering masuk ke warga lewat sebelahnya," ujarnya. (tribunjateng/gpe)

POIN POIN

*) Proyek pembendungan muara Kali Banger, Kota Semarang, mulai dikerjakan
*) Proyek tersebut dikerjakan secara swakelola dengan anggaran Rp 200 juta
*) Pembendungan muara Kali Banger merupakan upaya penanganan sementara rob dan banjir

Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved