Breaking News:

Masih Ada 15 Ribu Lebih Warga Gunung Kidul Buta Huruf

Masalah buta huruf ternyata masih ada dan dialami oleh sebagian masyarakat.

Masih Ada 15 Ribu Lebih Warga Gunung Kidul Buta Huruf
NET
ILUSTRASI

TRIBUNJATENG.COM, GUNUNG KIDUL - Masalah buta huruf ternyata masih ada dan dialami oleh sebagian masyarakat. Nyatanya, masih ada 15 ribu lebih masyarakat Kabupaten Gunungkidul hingga kini masih mengalami kesulitan dalam baca tulis atau buta aksara.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan, buta huruf masih menjadi salah satu PR untuk Pemkab Gunungkidul.

Meskipun terjadi penurunan seiring berjalannya program pemberantasan buta aksara dari pemerintah. Namun, angka buta huruf masih dalam kategori tinggi.

”Angka buta aksara di Gunungkidul menjadi catatan tersendiri bagi kami. Hingga sekarang masih terdapat 15 ribu lebih warga mengalami buta aksara,” kata Bahron Rasyid, Senin (29/8/2016).

Bahron mengungkapkan, terlebih lagi rentang umur penyandang buta huruf masih banyak yang ada di posisi usia produktif antara 15 sampai 60 tahun. Pihaknya pun membentuk tim untuk mendata setiap warga yang diketahui mengalami buta aksara di setiap desa.

"Sebetulnya sudah ada program PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang ada di keluarahan setempat, namun memang belum semuanya mau ikut,” terangnya.

Bahron meminta kepada masyarakat yang masih mengalami kesulitan baca dan tulis untuk dapat segera melaporkan diri pada PKBM di kelurahan setempat, sehingga dapat cepat teratasi.

Ia berharap masyarakat dapat semakin sadar arti pentingnya baca dan tulis karena dapat berguna untuk mendapatkan informasi termasuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Peran aktif dari maasyarakat juga terus kami harapkan demi memberantas tingginya buta aksara yang ada di Gunungkidul” ucapnya. 

Sementara itu, Koordinator LSM Jejaring Masyarakat Mandiri (Jerami) Gunungkidul Rino Carono mmengatakan, kasus ini menjadi tanggung jawab pemerintah dalam konteks mencerdaskan kehidupan bangsa.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada pemerintah agar segera melakukan pendataan bagi warga yang buta huruf untuk kemudian diberi pelatihan.

“Jadi, tidak hanya lingkup pendidikan formal saja yang selalu diperhatikan tapi non formal juga penting untuk ditingkatkan,” ujarnya. (Tribun Jogja/Rendika Ferri K)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved