Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pria Ini Bunuh dan Perkosa 11 Wanita Berbaju Merah Lalu Lenyap, 28 Tahun Kemudian Ini yang Terjadi

Pada tahun 1988, ketika anak pertamanya lahir, Gao melakukan pembunuhan pertamanya dengan menusuk seorang wanita berusia 23 tahun

Tayang:
Penulis: Widha Kumalasari | Editor: muslimah
Shanghaiist

TRIBUNJATENG.COM - Pembunuh kejam yang memerkosa dan membunuh 11 wanita pada tahun 1988 dan 2002 kini akhirnya ditangkap setelah bersembunyi selama 28 tahun.

Pembunuh bernama Gao Chengyong (52) ditangkap di toko kelontong ketika berjalan bersama istrinya di Baiyin, Gansu, China.

Pada tahun 1988, ketika anak pertamanya lahir, Gao melakukan pembunuhan pertamanya dengan menusuk seorang wanita berusia 23 tahun. Gao juga menyayat lehernya sebanyak 26 kali.

t

Seperti dikutip Shanghaiist, Selasa (30/8/2016) polisi di Gansu mengatakan bahwa Gao menargetkan wanita muda yang mengenakan pakaian merah dan tinggal sendirian.

Kemudian, ia akan mengikuti dan memperkosa serta membunuh korbannya. Pembunuhan yang dilakukannya tergolong sadis sebab Gao sering memotong tenggorokan serta mencincang tubuh korban termasuk organ reproduksi.

"Tersangka memiliki penyimpangan seksual dan membenci wanita. Dia suka menyendiri dan tidak ramah," kata polisi.

Ketika insiden itu terjadi polisi setempat bahkan mengumumkan akan memberikan hadiah sebesar 200.000 yuan atau Rp 400 juta untuk orang yang dapat menangkap Gao.

Pada awal tahun ini polisi memutuskan untuk membuka kembali kasus ini dengan memeriksa bukti DNA dari TKP. Sampel DNA menunjukkan bahwa salah satu kerabatnya bertanggungjawab atas pembunuhan mengerikan.

Dari situlah polisi mulai menyelidiki dan akhirnya memusatkan perhatian pada Gao yang rupanya tinggal di Qingcheng, 120 km dari Baiyin. Menurut tetanga, Gao merupakan orang yang introvert, jujur, dan pendiam.

"Dia tidak pernah mengungkapkan apa yang sebenarnya ia maksud ketika bercerita. Tapi saya tidak pernah tahu ia menyembunyikan masalah," kata seorang tetangga. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved