Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Inilah Pacar Pertama Si Cantik Astrid Tim Elite Sabhara Polrestabes Semarang

Standar yang diterapkan untuk bisa bergabung menjadi Tim Elit sama, tidak membeda-bedakan jenis kelamin.

Tayang:
Penulis: muh radlis | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/galih priatmojo/ist
Polrestabes Semarang Bentuk Tim Elite Sabhara, Ini Profil dan Tujuannya 

TRIBUNJATENG.COM -- Tergabung dalam Tim Elit Sabhara Polrestabes Semarang menerbitkan rasa bangga bagi Bripda Astrid Pradhita (23). Dari 12 personel Tim Elit, hanya ada dua Polisi Wanita (Polwan), Astrid salah satunya.

Dara kelahiran Sragen, 20 April 1993, ini pun tak menyangka bisa menyisihkan rekan-rekannya sesama anggota Sabhara Polrestabes Semarang, termasuk polisi laki-laki.

Standar yang diterapkan untuk bisa bergabung menjadi Tim Elit sama, tidak membeda-bedakan jenis kelamin.

"Awalnya pimpinan meminta kami latihan, antara lain lari dan menembak. Tidak ada informasi sama sekali terkait Tim Elit," kata Astrid kepada Tribun Jateng, Selasa (30/8).

Dari hasil latihan tersebut, terpilih 20 besar personel yang dianggap terbaik, termasuk Astrid.

Personel ini lalu mengikuti seleksi lanjutan hingga terpilih 12 orang yang dinyatakan lolos menjadi Tim Elit.

"Polwan yang lolos cuma ada dua. Ada rasa bangga, bisa menjadi yang terbaik di antara rekan rekan karena standar penilaiannya sama antara polisi wanita dan laki-laki, tidak dibedakan," kata anak pertama dari pasangan Suparlan dan Sri Purwanti itu.

Astrid mengaku, dorongan rasa bangga itu membuat masih kerap belum menyangka telah menjadi bagian dari Tim Elit yang menjadi garda terdepan Sabhara dalam melaksanakan tugas seperti pengamanan unjuk rasa, huru hara, hingga patroli.

"Tidak pernah terbayang (tergabung dengan Tim Elit). Diberi kesempatan bisa latihan menembak saja sudah senang," kata pemilik akun instagram @astriddhita ini.

Saat ditanya apa rasanya menjadi bagian Tim Elit, Astrid mengaku beban dan tanggung jawab lebih besar diemban ketimbang anggota Sabhara biasa. Kemampuan menggunakan senjata api dan bela diri harus lebih baik ketimbang rekan rekannya yang tidak tergabung dalam tim yang dibentuk awal 2016 tersebut.

"Saya senang, (Tim Elit) ini tempat saya meningkatkan kemampuan baik kemampuan menembak dan bela diri," katanya.

Untuk urusan senjata api, rupanya Astrid terbilang wanita yang "setia". Meskipun telah mencoba berbagai macam senjata api, hatinya tetap tak berpaling dari senjata jenis V2 Sabhara.

"Saya sudah pernah coba Revolver, Stayer, Shot Gun, Glock, MP5, tapi cinta saya tetap sama V2 Sabhara. Senjata ini unik, kalau tidak dirawat dan dibersihkan rutin bisa macet. Jadi memang butuh perhatian lebih. V2 itu pacar pertama saya, kalaupun bisa saya ajak tidur, saya peluk senjata itu sambil tidur," ujarnya.

Oleh karena kesehariannya selalu menenteng V2 itu, Astrid tak pernah lupa satu pesan pelatihnya ketika latihan menembak. "Jangan lupa kunci senjata, itu pesan yang tidak akan pernah saya lupa," katanya. (M Radlis)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved