Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ini Pesan Wali Kota Semarang Ketika Menjadi Dosen Tamu

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berkesempatan menjadi dosen tamu di Kantor Diklat Kota Semarang

Penulis: galih permadi | Editor: muslimah
tribunjateng/dok
HENDRAR PRIHADI atau HENDI 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berkesempatan menjadi dosen tamu di Kantor Diklat Kota Semarang, Kamis (1/9/2016).

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi memberikan motivasi meningkatkan kualitas kepepimpinan pejabat eselon III di lingkungan Pemkot Semarang.

Hendi mengatakan pembangunan di Kota Semarang harus mencakup banyak bentuk integrasi. Bukan hanya secara konsep pembangunan, tetapi juga integrasi dalam pola komunikasi dan proses pembangunan.

"Dan seluruh bentuk integrasi tersebut hanya dapat dilakukan bila sedulur-sedulur sekalian memiliki semangat gotong-royong," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribun Jateng.

Integritas, kata Hendi, adalah sebuah sistem yang mengalami pembauran hingga menjadi suatu kesatuan yang utuh, dimana terkandung tiga nilai yakni sistem, pembauran dan suatu kesatuan.

Sistem mencakup pola kerja, pembauran dilakukan dengan gotong royong, sedangkan suatu kesatuan melibatkan satu tim.

"Bila di rangkum menjadi pola kerja dengan gotong royong sebagai suatu tim," ujarnya.

Hendi mengatakan konsep terintegrasi dan semangat gotong royong menjadi kekuatan agar pejabat Semarang melayani warganya menjadi baik.

"Hasil daripada outputnya tersebut adalah merupakan output kita bersama. Contohnya: pembangunan jalan raya pada saat jalan dibangun sebaiknya harus ada koordinasi dengan SKPD terkait. Entah itu Dishubkominfo, Dinas Bina Marga, Satpol PP, maupun Pak Camat yang berwenang diwilayah jalan tersebut," ujarnya.

"Pak Camat di wilayah tersebut tanpa disuruh harus aktif menanyakan ke Bina Marga selaku pembangun jalan seperti jalan ini akan dibuat seperti apa, spesifikasi seperti apa, dll. Kemudian mengecek langsung dilapangan, bila tidak sesuai berani menegur penggarap proyek tersebut," tambah Hendi.

Hendi menekankan Kota Semarang harus menjadi Kota pintar dan kota tangguh. "Kota pintar di sini maksudnya kota yang kemajuan teknologi informasinya harus kita optimalkan dan maksimalkan sehingga menjadi smart city, yang mengedepankan mengedepankan kemampuan yang dimilikinya untuk melayani dengan lebih cepat dan lebih baik lagi," ujarnya.

Sementara, Kota tangguh adalah kota yang pembangunannya berwawasan lingkungan. "Artinya semua problem atau persoalan kota baik rob, banjir maupun kemacetan tidak mengeluh dengan problem iti, namun kita mengajak warga masyarakat untuk bisa keluar dari persoalan tersebut dan tetap menjadi warga yang tangguh," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved