Ngopi Pagi

Karpet Merah untuk BG

Teka-teki sosok calon pengisi posisi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) akhirnya terjawab. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan surat

Penulis: sigit widya | Editor: Catur waskito Edy

TRIBUNJATENG.COM -- Teka-teki sosok calon pengisi posisi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) akhirnya terjawab. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan surat usulan nama Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Gunawan (BG) sebagai pengganti Sutiyoso kepada pimpinan DPR, Jumat (2/9) pagi, melalui Menteri Sekretaris Negara, Pratikno. Sekarang, pertanyannya, mengapa Jokowi memilih BG?

Sebelum ditetapkan sebagai calon Kepala BIN, inisial BG sudah berulang kali mencuat. Ia pernah masuk bursa pemilihan calon Kapolri untuk menggantikan Jenderal Badrodin Haiti meski akhirnya Jokowi menunjuk Komjen Tito Karnavian.

Jauh sebelum itu, tepatnya 9 Januari 2015, BG bahkan diajukan sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Jenderal Sutarman. Ia juga telah lolos uji kelayakan dan kepatutan di Komisi Hukum DPR RI. Namun, polemik seketika menyeruak karena BG diduga memiliki rekening gendut.

Empat hari setelahnya, 13 Januari 2015, Komisi Pemberantaaan Korupsi (KPK) menetapkan BG sebagai tersangka korupsi kasus dugaan gratifikasi. Dampaknya, Polri dan KPK sempat bersitegang. Kasus-kasus lain bermunculan. Beberapa pimpinan KPK terjerat.

Betapapun diterpa berbagai sangkaan, sosok BG tetaplah dinilai sebagai satu perwira terbaik Polri. Pria kelahiran Surakarta, 11 Desember 1959, lulusan Akademi Kepolisian 1983 tersebut merupakan peraih Adhi Makayasa, penghargaan tahunan kepada lulusan terbaik di setiap matra TNI dan kepolisian.

Belum cukup, BG kerap pula meraih peringkat satu di setiap jenjang pendidikan Polri. Ambil contoh kala ia menempa diri di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Sekolah Staf dan Pimpinan Polri, Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi, serta Lembaga Ketahanan Nasional.

BG tercatat pula sebagai jenderal termuda di Polri. Ia naik pangkat bintang satu atau menjadi Brigadir Jenderal saat dipercaya menempati posisi Kepala Biro Pembinaan Karyawan SSDM Mabes Polri selama dua tahun. Nama BG kian moncer usai menjadi ajudan Megawati Soekarnoputri.

Lantas, bagaimana pernyataan dari Istana Negara terkait pergantian Kepala BIN? Dilansir laman Sekretariat Kabinet, Pratikno mengatakan bahwa jabatan Kepala BIN tidak memiliki periodesasi. Usulan Presiden Jokowi untuk mengganti Kepala BIN merupakan hal wajar.

Iya, betul. Pertanyaannya, mengapa harus BG? "Hanya regenerasi. Tidak ada pertimbangan tertentu," jawab Pratikno.

Di balik berbagai tanda tanya publik, nyatanya, pemilihan BG oleh Presiden sebagai calon Kepala BIN serta merta mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk legislatif. Bahkan, sejumlah politikus menyatakan dukungan dan siap memberi "karpet merah" untuk sang calon Kepala BIN.

Satu hal yang patut dicatat, jika akhirnya benar-benar menjadi Kepala BIN, maka BG akan menorehkan sejarah di Indonesia. Ia bakal menjadi orang kedua dari Polri setelah Jenderal Polisi (Purn) Sutanto yang menduduki kursi Kepala BIN. Jadi, mari tunggu sejarah itu terukir dan tak ada salahnya memberi penghormatan kala BG melenggang pelan di "karpet merah" persembahan para pejanji. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved