Rektor IAIN Salatiga Ajak Mahasiswa juga Sinau Politik
Rektor IAIN Salatiga mengajak dan berharap para mahasiswa tak sekadar belajar, menimba ilmu tapi juga sinau politik.
Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Selasa (6/9/2016) siang, Senat Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menggelar forum diskusi terbuka tentang Sinau Politik Nasional, Mengembangkan Kader Politik yang Profesional di Auditorium Kampus I IAIN Salatiga.
Pada kegiatan itu, hadir sebagai narasumber utama yakni Anggota Komisi IV DPR RI Fadholi dan Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Abdul Hamid. Keduanya didaulat pihak penyelenggara untuk berbagi pengalaman ketika mereka terjun di dunia politik, di hadapan para mahasiswa, dosen, maupun pegawai di lingkungan IAIN Salatiga.
Rektor IAIN Salatiga Rahmad Haryadi mengapresiasi atas inisiatif Senat Mahasiswa IAIN Salatiga dalam menyelenggarakan kegiatan itu. Pihaknya pun berterimakasih karena telah berhasil menghadirkan para alumni IAIN Salatiga yang hingga saat ini pula masih konsen di dunia perpolitikan.
“Karena kesibukan mereka yang luar biasa, kami sangat sulit mengundang kedua tokoh politik Indonesia ini. Akhirnya, di kesempatan ini, mereka hadir dan berkenan berbagi kisah tentang dunia perpolitikan kepada para mahasiswa. Ini bukan kampanye, tetapi sekadar bagian dari pembelajaran bagi mahasiswa di kampus ini,” ujar Rahmat kepada Tribun Jateng, Rabu (7/9/2016).
Menurutnya, nilai positif dari pengetahuan ataupun ilmu yang didapat dari kegiatan Sinau Politik. Karena itu, pihaknya pun mengajak dan berharap para mahasiswa tak sekadar belajar, menimba ilmu di disiplin atau profesionalisme yang dipilih saat berkuliah di IAIN.
“Tetapi juga perlu belajar di berbagai bidang atau aspek kehidupan. Mahasiswa sebagai kaum intelektual, agen perubahan juga perlu menyerap ilmu lainnya sehingga ketika lulus atau menjalani kehidupan bermasyarakat, mereka bisa berkiprah melalui bekal ilmu dimensi kehidupannya,” terangnya.
Jadi, lanjutnya, tidak ada yang salah mereka mengetahui tentang dunia politik. Itu adalah pengetahuan yang perlu mereka ketahui, meskipun kelak atau saat ini mereka tidak suka berpolitik maupun tidak akan mau terjun di dunia politik. Dari bekal ilmu itu, setidaknya pula, dapat dijadikan bahan ketika kota di tempat mereka sedang berkuliah saat ini sedang bersiap diri menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada).
“Ilmu sudah didapat, nah tinggal sikap di tiap individu bagaimana. Bagaimana agar kehidupan politik di Salatiga bisa semakin kondusif pada Pilkada Salatiga, peran mahasiswa pun penting untuk hal itu. Silakan dikawal. Untuk pilihan, itu adalah hak masing-masing individu yang tidak bisa dipaksakan oleh siapapun. Termasuk pula oleh pihak kampus. Jadi, itulah pentingnya kami sinau politik juga,” ungkapnya.
Dalam keterangan tertulis yang diperoleh Tribun Jateng, kegiatan yang digelar kemarin itu, diikuti sekitar 250 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu (fakultas) di kampus tersebut. Selain kedua tokoh politik asal Salatiga itu, hadir pula di antaranya beberapa pejabat di lingkungan Pemkot Salatiga. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rektor-iain-salatiga-mengajak-dan-berharap-para-mahasiswa-juga-sinau-politik_20160907_195721.jpg)