Indonesia Soccer Championship B
Johan Yoga Cetak Hattrick ke Gawang Markus Horison, PSIS Bekuk PPSM 3-1
Tiga golnya mampu membuat Mahesa Jenar menang dengan skor 3-1 di laga yang digelar tanpa penonton tersebut
Penulis: m alfi mahsun | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muhamad Alfi M
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pencetak gol terbanyak PSIS Semarang, Johan Yoga Utama gembira bisa kembali menunjukkan produktifitasnya di penutup laga Grup 4 Indonesia Soccer Championship (ISC) B lawan PPSM Sakti Magelang, Sabtu (10/9/2016) sore.
Tiga golnya mampu membuat Mahesa Jenar menang dengan skor 3-1 di laga yang digelar tanpa penonton tersebut.
Pemain asli Semarang ini mencetak gol di menit pertama, ke-28, dan penalti di menit ke-61. Sementara gol balasan Macan Tidar dicetak di menit ke-80 lewat tendangan penalti Derry Tadarus.
"Alhammdulillah, saya bersyukur hari ini bisa kembali mempersembahkan gol bagi tim. Bagi saya kemenangan adalah hal utama dan mencetak gol sudah jadi tugas, saya bersyukur bisa menggenapi torehan gol di penyisihan grupmenjadi sepuluh," ujar Johan.
Dia juga melihat ada tuah dari nomor punggung yang dipakainya. Ini sangat memotivasinya untuk bermain lebih baik di babak 16 besar nanti.
"Alhamdulillah, the ten is ten, nomor sepuluh dan hari ini saya bisa menggenapi gol dengan jumlah yang sama," imbuh Johan.
Johan mencetak gol ke gawang Macan Tidar yang dijaga Markus Horison di pertandingan yang baru berumur satu menit. Pemain jebolan Diklat Ragunan ini meneruskan umpan terobos Harry Nur dan mengecoh mantan penjaga gawang nasional itu dengan sepakan terukur.
Di laga ini Macan Tidar kesulitan masuk ke kotak penalti PSIS. Hanya sepakan Teddy Tadarus saja di pertengahan babak pertama yang membahayakan meski masih melambung di atas gawang Syaiful Amar.
Sementara itu tim tamu terus menekan. Meski bermain tanpa lima pemain inti, Fauzan Fajri dkk bisa terus menekan baik lewat tengah maupun sayap.
Alhasil Johan Yoga kembali cetak gol di menit ke-28 dengan proses yang sama. Namun kali ini si pemberi asist adalah gelandang serang PSIS, Feri Ariawan dari lini tengah. Skor 2-0 untuk PSIS berlahan hingga jeda.
Di babak kedua serangan gencar dilakukan Mahesa Jenar meski sudah unggul. Alhasil di menit ke-49 sundulan Johan masuk ke gawang Markus. Namun wasit Masrukin menganulir gol itu karena mantan pemain PSM Makassar itu terlebih dulu terjebak offside.
Meski hattricknya dianulir wasit, Johan terus memanfaatkan tiap bola sodoran rekannya. Alhasil di menit ke-60 Johan yang membawa bola di depan gawang harus dilanggar Markus di dalam kotak penalti. Kesempatan tendangan 12 pas itu dimaksimalkannya dengan kembali kecoh mantan suami Kiki Amalia itu.
Johan sempat mengenakan ban kapten saat Fauzan Fajri ditarikkeluar digantikan Mahrus Bahtiar di menit ke-64. Namun dia diitarik keluar digantikan Jordan Foranda di menit ke-76 dan ban kapten beralih ke Harry Nur.
Di laga tersebut Panpel PPSM juga sempat memperingatkan suporter asal Semarang yang datang menyaksikan laga. Di balik tembok tribun timur. Setelah suporter Semarang mau tidak menyanyikan yel-yel laga berlangsung lancar hingga akhir.
Gol balasan PPSM terjadi di menit ke-80 lewat penalti Derry Tadarus. Hukuman itu diberikan setelah Erik dilanggar di dalam kotak 16. Skor 1-3 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda akhir laga.
"Kemenangan ini diraih atas hasil keras pemain. Meski tanpa lima pemain inti kami bisa bermain secara baik. Kekalahan di Jepara akhir pekan lalu sudah diobati di laga ini. Kami sangat bersyukur," ujar General Manajer PSIS, Kairul Anwar.
Sementara awan hitam menyelimuti kubu PPSM. Sejak awal laga Pelatih Siswanto "Kancil" melihat Dedean Surdani dkk sudah tidak ada fighting spirit. Hal ini diungkapkannya karena faktor non teknis.
"Pemain tidak ada semangat bertanding, masalah WO 0-3 atas PSIM Yogyakarta, lalu denda Rp 100 juta yang harus tim bayar, kemudian ancaman laga lawan PSIS akan kembali WO 0-3, dan pemain belum digaji sangat menggangu tim. Sebagai tuan rumah kami tidak ada kesempatan memegang bola. Ini tidak pernah terjadi di laga kandang manapun sepengathuan saya. Harusnya kami yang lama memegang bola," ucap Siswanto terpisah.
Dia melihat ada 11 pemain komplet di tiap posisi yang patut dipertahankan. Siswanto berharap jika musim depan diamasih ditunjuk melatih bisa kembali menggunakan 11 pemain itu ditambah talenta lokal dan pemain yang sudah jadi.
"Belum tahu kelanjutannya setelah ini. Kami tunggu nanti kabar dari manajemen," imbuhnya.
Dengan hasil ini PSIS mengumpulkan poin 28 dan jadi poin tertinggi di semua Grup ISC B. Sementara PPSM ada di peringkat ke-6 dengan sembilan poin. (*)
PPSM 0-3 PSIM (WO)
PPSM 1-3 PSIS
1. PSIS 12 9 1 2 28
2. PSIM 12 6 2 4 20
3. Persijap 12 5 3 4 18
4. PSIR 12 4 4 4 16
5. Persibat 12 4 4 4 16
6. PPSM 12 2 3 7 9
7. Persipur 12 3 0 9 9
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/johan-yoga_20160910_182012.jpg)