Breaking News:

Idul Adha 2016

Kapolri Jenderal Pol Tito Bersyukur Antrean di Pantura Brebes Hanya 500an Meter

Kapolri Jenderal Pol Tito Bersyukur Antrean di Pantura Brebes Hanya 500an Meter Sabtu (10/9)

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
BREXIT NGGAK MACET 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES- Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bersyukur tidak terjadi kemacetan parah selama arus mudik Iduladha tahun ini, seperti pada mudik Lebaran pada Juli lalu atau mudik Iduladha tahun 2015 silam.

Menurut Tito, arus lalu lintas sepanjang jalur pantura dan tol dari Jakarta hingga ke Brebes terpantau ramai lancar. Hanya saja, terjadi peningkatan kendaraan pada Sabtu (10/9) dinihari yang menyebabkan antrean 500 meter. "Sesuai laporan dari Pak Kapolda, antrean kendaraan meningkat terjadi pada pukul 04.00 Sabtu dinihari. Antrean sepanjang 500 meter," terangnya, usai memantau arus kendaraan mulai dari Tol Dalam Kota Jakarta, Bekasi, Cikampek, Cipali hingga pintu Brexit.

Menurutnya, antrean kendaraan belum begitu parah dibandingkan pada arus mudik Lebaran pada Juli 2016. Menurutnya, saat itu, antrean kendaraan hingga 20 kilometer. "Kalau Sabtu dinihari tadi tidak sampai sepanjang itu. Jadi masih aman dan bisa terurai," lanjutnya.

Arus lalu lintas pada Sabtu pagi juga terpantau ramai lancar, baik di jalur pantura atau jalan bebas hambatan di Jakarta ataupun di Brebes. Kepadatan kendaraan yang terjadi, lanjut Tito, berada di sejumlah rest area yang ada di jalur tol dan jalur pantura.

Sedangkan peningkatan volume arus kendaraan dari arah Jakarta ke Brebes sekitar 20 persen dari hari biasanya. "Kami prediksi kepadatan arus pada Minggu hingga Iduladha akan terus berkurang," ucap Tito.

Tito menyebutkan penurunan arus kendaraan di sepanjang jalan tol Cipali hingga pintu Brebes Timur (Brexit) lantaran kesiapan personil menghadapi liburan panjang Iduladha dan jumlah pemudik yang minim. "Saya kira ini mungkin karena faktor penurunan jumlah kendaraan dibanding Idulfitri," katanya.

Sementara itu, Tito memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah kendaraan ke arah Jakarta dan sekitarnya pada Senin (12/9) sore hingga Selasa (13/9) pagi. "Saat arus balik, kami juga akan menggelar pasukan yang sama," jelas Tito Karnavian.

Jalur tengah

Kemacetan justru terjadi di jalur tengah Jawa Tengah atau jalur Brebes/Tegal-Purwokerto.Jalur ini merupakan titik pertemuan antara kendaraan dari Jakarta yang melewati Brebes dan kendaraan dari Tegal akan ke Bumiayu-Purwokerto-Jogja. Kemacaten terutama di pintu perlintasan kereta api sebidang Kretek, Kecamatan Paguyangan, Brebes.

Pantauan Tribun Jateng, Sabtu, antrean kendaraan di pintu perlintasan itu sekitar 1 kilometer. Antrean terjadi terutama di jalur sebelah kiri atau kendaraan yang dari arah utara atau dari Brebes/Tegal ke Purwokerto.

Kesemrawutan makin menjadi lantaran kendaraan dari arah utara tidak sabar dan menyalip antrean kendaraan. Padahal, kendaraan dari arah selatan atau Purwokerto juga relatif ramai. Kondisi jalan di jalur tersebut hanya terdiri dari dua ruas saat mendekati pintu perlintasan kereta api sebidang. Sekitar 100 meter sebelumnya, ada tiga ruas jalan.

Selain itu, hambatan yang perlu diwaspadai di jalur tersebut, yakni terjadinya penyempitan jalan, yang menyebabkan kemacetan kendaraan dari arah utara. "Beruntung tidak macet total. Lumayan bisa jalan pelan-pelan. Mungkin karena libur panjang yah, jadi banyak kendaraan dari arah Jakarta yang lewat sini (jalur tengah)," kata seorang pengendara mobil, Danu Saputro (28). Warga Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal itu hendak ke Purwokerto untuk berkunjung ke rumah saudara saat libur panjang Iduladha ini.

Perlintasan sebidang dengan kereta api itu dapat memperlambat arus lalu lintas. Ditambah, di dekat perlintasan sebidang itu terdapat persimpangam jalan. Meski bukan jalan besar, namun sering dilewati warga untuk beraktivitas.

Antrean kendaraan juga terjadi di perlintasan Karangsawah, Kecamatan Tonjong, Brebes. Kendaraan mengular juga terjadi karena jalan di perlintasan tersebut sempit. "Harus jalan satu-satu jadi pelan-pelan. Belum lagi kalau ada kereta api, kendaraan akan berhenti total. Itu kendaraan yang menyerobot seharusnya ditertibkan biar ngga semrawut," ucap Riko Andika (30) pengendara kendaraan roda empat yang tengah mengantre.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat rencananya akan membangun flyover atau underpass di beberapa lintasan sebidang di jalur tengah yang berada di Kabupaten Brebes dan Tegal. Ditargetkan, pembangunan fisik dimulai pada 2017. (tribunjateng/mamdukh)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved