Sperma Dikeluarkan Suami Dicuci Lalu Dimasukkan ke Rahim Istri di Sultan Agung Fertility Center

Sperma yang Dikeluarkan Suami Dicuci Lalu Dimasukkan ke Rahim Istri di Sultan Agung Fertility Center

Sperma Dikeluarkan Suami Dicuci Lalu Dimasukkan ke Rahim Istri di Sultan Agung Fertility Center
tribunjateng/Humas
Teknologi Reproduksi Berbantu di RSI Sultan Agung Semarang. embriolog Sultan Agung Fertility Center dr. Meidonna Nurul Milla, MCE dalam sebuah sesi talkshow All About Fertility di Hotel Pandanaran, Semarang belum lama ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Bagi pasangan infertilitas, kini semakin mudah untuk mendapatkan keturunan dengan pemanfaatan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB). TRB merupakan metode yang bertujuan untuk mempertemukan sel benih pria dan wanita, yang secara alami memiliki kesulitan untuk bertemu karena berbagai faktor.

Untuk saat ini, dunia medis mengenal beberapa jenis TRB antara lain Intra Uterine Insemination (IUI) dan Invitro Fertilization secara konvensional ataupun ICSI (Intra sitoplasma Sperma Injection).

Dari sekian banyak metode fertilitas, IUI tergolong sederhana dan singkat serta dengan biaya terjangkau. IUI adalah proses memasukkan sperma secara langsung ke dalam rongga rahim istri.

IUI memungkinkan memperpendek jarak tempuh sperma di dalam saluran reproduksi wanita sekaligus meningkatkan jumlah sperma yang mencapai saluran telur. "Pada akhirnya meningkatkan kemungkinan terjadinya pembuahan atau kehamilan" ujar embriolog Sultan Agung Fertility Center dr. Meidonna Nurul Milla, MCE dalam sebuah sesi talkshow All About Fertility di Hotel Pandanaran, Semarang belum lama ini.

Dalam rilis kepada Tribun Jateng, dokter Meidonna menjelaskan penerapan IUI bisa dilakukan bila adanya jumlah atau pergerakan (motilitas) sperma yang kurang. IUI, lanjut Meidonna juga bisa diterapkan pada kondisi leher rahim yang kurang "ramah" terhadap sperma seperti bekas luka yang halangi pergerakan sperma.

Lantas bagaimana prosedur IUI ? "Sperma yang sudah dikeluarkan oleh suami akan di "cuci" (sperm washing) atau memisahkan sperma dari cairan semen, debris , mikroorganisme dan sperma yang mati. Selanjutnya akan diletakkan dalam kateter khusus kemudian diinseminasikan (dimasukkan) ke dalam rahim istri. Proses selanjutnya, dokter akan memantau selama kurang lebih 9-12 hari setelah inseminasi" papar Meidonna.

Sebelum dilakukan IUI, dokter akan melakukan pemberian obat-obatan perangsang peningkatan jumlah dan kualitas sel telur dan pemantauan dengan USG untuk memantau perkembangan sel telur. "Tim dokter akan melakukan IUI saat tepat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur. (*)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved