Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Polres Kudus Resmikan Monumen Laka Lantas di Jalan Lingkar Selatan

"Kami ingin agar para pengendara, dan juga masyarakat Kudus, jadi lebih berhati-hati usai melihat keberadaan tugu ini,"

Tayang:
Penulis: yayan isro roziki | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Yayan Isro R
- Petugas Satlantas Polres Kudus memperhatikan monumen kecelakaan lalu lintas, di sela-sela acara peresmian, Selasa (20/9). (yan) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - "Kami ingin agar para pengendara, dan juga masyarakat Kudus, jadi lebih berhati-hati usai melihat keberadaan tugu ini," kata Kapolres Kudus, AKBP Andy Rifai, Selasa (20/9).

Pernyaataan itu dilontarkan Andy usai meresmikan seuah monumen kecelakaan lalu lintas (laka lantas), yang berada di pertigaan Jalan Lingkar Selatan, turut Kecamatan Jati.

Kapolres mengatakan beberapa titik di jalur lingkar selatan Kudus, sepanjang kurang leih tujuh kilometer, merupakan area black spot, yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Bahkan, pada Minggu (8/5) silam, bus rombongan wisata dari Sidoarjo, Jawa Timur, mengalam kecelakaan tunggal di jalur tersebut.

Kecelakaan terjadi di sebuah tikungan, turut Desa Payaman, Kecamatan Mejobo. Akibat persitiwa itu, tujuh orang meninggal dunia. "Itu termasuk kejadian menonjol yang terjadi wilayah hukum Polres Kudus," sambung Andy.

Menurut dia, selain Jalan Lingkar Selatan, beberapa titik di sepanjang jalur pantura timur Kudus juga merupakan area black spot. Dituturkan, total jalur pantura timur, -mulai jembatan Tanggulangin hingga perbatasan masuk wilayah Kabupaten Pati-, sepanjang kurang lebih 25 kilometer.

"Tipologi jalur pantura timur itu kan lurus dan panjang, tapi di beberapa titik, khususnya di jalan lingkar ini, ada yang tiba-tiba menikung. Kehilangan konsentrasi sedikit saja bisa sangat membahayakan, karena trek lurus panjang itu biasanya kendaraan dipacu dalam kecepatan tinggi," terang dia.

Menurut Andy, sejatinya peristiwa kecelakaan di Kudus justeru didominasi kejadian-kejadi di jalan kabupaten ataupun jalan-jalan di perkampungan. "Secara kuantitas angka kecelakaan di jalur pantura timur masih kalah dibanding jalan-jalan kabupaten atau perkampungan. Hanya, secara kualitas kecelakaan-kecelakaan yang fatal terjadi di jalur ini," ucap perwira polisi berpangkat dua melati di pundak ini.

Kasat Lantas Polres Kudus, AKP Aron Sebastian, mengatakan monumen laka lantas sengaja dibangun di pertigaan Jalan Lingkar Selatan. Menurut dia, ini agar menjadi warning bagi pengendara yang keetulan melintas di jalur tersebut.

"Kenapa tidak di tikungan Payaman, tempat laka maut sebuah bus dulu? Karena kita ingin agar sebelum memasuki zona yang benar-benar menjadi area black spot pengendara sudah berhati-hati dan mengurangi kecepatannya," ucap dia, melalui Kanit Laka, Ipda Tri Cipto Adi.

Monumen kecelakaan lalu lintas yang dibangun adalah berupa tugu beton setinggi kurang lebih lima meter. Di atas tugu tersebut terdapat sebuah mobil dan satu unit sepeda motor, korban kecelakaan lalu lintas yang kondisinya cukup mengenaskan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved