Cuaca Ekstrem, Kerusakan Tanggul Sungai di Demak Mulai Bermunculan, 52 Tanggul Kritis
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, mewaspadai 50 titik tanggul sungai kritis yang tersebar di wilayahnya
Penulis: puthut dwi putranto | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, mewaspadai 50 titik tanggul sungai kritis yang tersebar di wilayahnya.
Sesuai monitoring BPBD Kabupaten Demak, puluhan titik tanggul sungai yang rawan jebol tersebut berada di empat Kecamatan yakni Karangawen, Guntur, Sayung dan Mijen.
Kepala BPBD Kabupaten Demak, Anjar Gunadi, mengimbau kepada masyarakat yang berdomisili di kawasan sekitar tanggul sungai kritis untuk senantiasa bersiaga mengingat cuaca ekstrem yang berlangsung akhir-akhir ini.
Terutama, bagi puluhan warga yang membangun permukiman liar di sepanjang tanggul sungai B1 Cabean, Kecamatan Guntur.
"Memang PSDA dan BBWS telah secara bertahap melakukan perbaikan tanggul sungai kritis di Demak. Namun akibat hujan deras dengan intensitas lama, kerusakan tanggul mulai muncul bermunculan. Saat ini ada 52 tanggul sungai kritis berdasarkan pemantauan kami dan masyarakat. Cuaca buruk saat ini, kami minta masyarakat berhat-hati dan segera melaporkan kemungkinan tanggul jebol. Apalagi tanggul sungai B1 Cabean yang jebol belasan meter baru saja selesai diperbaiki dua bulan lalu. Ada puluhan rumah berjajar di pinggir tanggul sungai itu lho," kata Gunadi kepada Tribun, Jumat (23/9/2016).
Menurut Gunadi, selama ini banjir yang melanda wilayah Demak terjadi akibat jebolnya tanggul sungai. Tanggul jebol akibat tak kuat menahan debit air sungai yang telah over kapasitas. Sehingga, sudah sepatutnya diwaspadai menyusul mayoritas sungai di wilayah Demak termasuk sungai utama yang mendapatkan kiriman dari sungai lain atau anak sungai.
"Jika hujan turun tak henti-hentinya terutama di wilayah Ungaran dan Salatiga, sungai di Demak pasti debitnya meninggi. Sebut saja yang sangat kita waspadai yaitu sungai cabean, wulan, tuntang, dolok, setu dan babon. Ini perlu diperhatikan, apalagi jamak masyarakat yang menanam hasil bumi di tanggul sungai, yang tentunya mempengaruhi kekuatan konstruksi tanggul," terang Gunadi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Demak, Mahfud, menambahkan, sejauh ini pihaknya telah menjalin koordinasi yang baik dengan masyarakat, relawan, TNI dan Polri dalam penanganan bencana khususnya banjir. Masing-masing pihak telah berupaya menggelar sosialisasi dan pelatihan penyelamatan bencana banjir serta pembentukan desa tangguh di kawasan terdampak.
"Fasilitas-fasilitas untuk penanganan banjir seperti mobil, truk, perahu, trail, tenda dan logistik sudah siap. Kami selalu memantau perkembangan tanggul sungai di Demak. Jika memang sudah sangat-sangat membahayakan, tanpa menunggu PSDA dan BBWS, kami bersama-sama akan melakukan kerja bakti memperbaiki tanggul. Semoga semuanya akan baik-baik saja," kata Mahfud. (*)