Promosikan Wisata Jateng, Tujuh Anggota Komunitas Max Rider Semarang Gelar Touring Antarnegara

Mengemban misi memperkenalkan pariwisata Jawa Tengah, tujuh anggota Komunitas Mars (Max Riders Semarang) menempuh 3.000 Kilometer

Promosikan Wisata Jateng, Tujuh Anggota Komunitas Max Rider Semarang Gelar Touring Antarnegara
Tribun Jateng/Bakti Buwono

Laporan wartawan Tribun Jateng, Bakti Buwono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mengemban misi memperkenalkan pariwisata Jawa Tengah, tujuh anggota Komunitas Mars (Max Riders Semarang) menempuh 3.000 Kilometer menuju Malaysia dan Brunei Darussalam menggunakan sepeda motor. 

Ketua Komunitas, Riza Setiawan mengatakan awalnya komunitasnya hanya ngin melakukan touring di nol kilometer. Namun, rencana itu berkembang jadi touring antimainstream yaitu touring antarnegara.

"Kami ingin coba melintasi borneo. Kami berangkat naik kapal dari Semarang menuju Pontianak kemudia ke kucing (Malaysia)-Sibu-Brunei-Keke -Tawau-Tarakan-Balikpapan," jelasnya.

Komunitas Mars merupakan komunitas pecinta sepeda motor Yamaha N-Max. Saat ini jumlah anggota yang sudah punya KTA Ikatan Motor Indonesia (IMI) mencapai 66 orang.

Touring antarnegara diakuinya tidak mudah meski induk organisasinya, IMI sudah mengurusi segala kelengkapan administrasi mulai dari surat izin masuk dan tetek bengek lainnya.

Rencananya, rombongannya bakal diterima komuniyas razz copper, komunitas motor besar Sibu, dan Pemoda (Persatuan Motorcycle Dasrusslam). Mereka juga akan menghadiri event festival Sepeda Motor di Malaysia.

"Saat itulah kami akan membagika brosur-brosur wisata Jateng. Rute yang kami lewati jarang tersentuh promosi pariwisata, karena itu momennya pas," ujarnya.

Selain itu, ia juga membawa dua miniatur Borobudur yang terbuat dari abu vulkanik gunung Merapi sebagai oleh-oleh dari Jateng. Pihaknya akan menyerahkan keduanya ke pengurus organisasi sepeda motor di Malaysia dan Brunei Darusaalam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Prasetyo Ariwibowo mengapresiasi kegiatan konunitas Mars. Bahkan, ia turut memanfaatkan kegiatan komunitas tersebut dengan membekali dengan brosur wisata, miniatur borobudur hingga pengetahuan tentang wisata Jateng.

Ia menyatakan, Malaysia dan Brunei Darussalam merupakan dua pasar utama Jateng. Baginya, promosi lebih dalam ke dua negara itu bisa membuat wisata Jateng bergairah.

"Yang pasti kegiatan ini kami dukung penuh," ucapnya.

Prasetyo menambahkan, jumlah wisatawan domestik Jateng saat ini mencapai 16,5 juta. Sedangkan, wisatawan mancanegara mencapai 190 ribu. (*)

Penulis: bakti buwono budiasto
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved