MASALAH TKI

DIPENJARA, Ibu dan Anak Menjewer Telinga Sriyatun TKW di Singapura Hingga Cacat

DIPENJARA, Ibu dan Anak Menjewer Telinga Sriyatun TKW di Singapura Hingga Cacat

DIPENJARA, Ibu dan Anak Menjewer Telinga Sriyatun TKW di Singapura Hingga Cacat
net
ilustrasi vonis hakim 

TRIBUNJATENG.COM, SINGAPURA- Ibu dan anak di Singapura dijatuhi hukuman penjara karena menyiksa seorang tenaga kerja Indonesia (TKI). Akibat siksaan itu, telinga Sriyatun (27) menjadi cacat.

Anpalaki Muniandy Marimuthu (65) dikenai empat dakwaan sebelum divonis 16 bulan kurungan. Putrinya, Jayasheela Jayaraman (43), bersalah atas tiga dakwaan sehingga divonis 12 bulan bui.

Mereka juga harus membayar kompensasi 840 dolar Singapura (Rp 7,7 juta). Laporan pengadilan menyebutkan, Sriyatun mengalami berbagai jenis siksaan.

Hakim Jasvender Kaur menyebut telinga ibu satu anak ini cacat dan berbentuk "kembang kol" karena selalu dijewer setiap melakukan kesalahan. Demikian dikutip cnni.

Penganiayaan ini berlangsung rutin sejak 2012-2013. Menurut Sriyatun di pengadilan, ibu dan anak itu terus menjewer telinganya yang membengkak setiap akan pulih. Akibatnya, sekarang telinga itu mati rasa dan berubah bentuk.

Jaksa penuntut James Chew mengatakan siksaan itu membuat jiwa Sriyatun tertekan dan hampir mencoba bunuh diri. Hukuman maksimal atas penyiksaan terhadap pekerja domestik di Singapura adalah tiga tahun penjara dan kompensasi 7.500 dolar Singapura (Rp 72 juta). (tribunjateng/cetak)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved