Mabes Polri dan Polda Lampung Beda Pendapat Soal Mutasi Kombes Krishna Murti

Mabes Polri dan Polda Lampung Beda Pendapat Soal Mutasi Kombes Krishna Murti

Mabes Polri dan Polda Lampung Beda Pendapat Soal Mutasi Kombes Krishna Murti
HAND OVER/FACEBOOK.COM/KHRISNA MURTI
Mabes Polri dan Polda Lampung Beda Pendapat Soal Mutasi Kombes Krishna Murti dari jabatannya sebagai Wakapolda Lampung 

TRIBUNJATENG.COM - Wakil Kepala Polda Lampung, Kombes Krishna Murti, dimutasi ke Mabes Polri. Keputusan itu keluar saat namanya santer disebut dalam kasus penganiayaan terhadap seorang model dan juga video "Papa Krishna".

Meski sama-sama menampik mutasi itu terkait isu penganiayaan, penjelasan Mabes Polri dan Polda Lampung ternyata berbeda. Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, kabar Krishna dipindah ke Mabes Polri karena kasusnya tengah ditangani Pengamanan Internal (Paminal) Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) tidak benar.

Boy menjelaskan Krishna dimutasi ke jabatan kepala Bagian Pengembangan Kapasitas Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri demi kesuksesan acara Sidang Umum Interpol di Bali. Acara itu akan berlangsung pada November mendatang.

Krishna memang memiliki pengalaman di bidang hubungan internasional. Pada 2011, dia menjadi staf perencanaan PBB di New York. Setahun kemudian, dia ditunjuk sebagai Penerjemah Utama Divisi Hubinter.

"Kombes Krishna dimutasi dalam rangka memperkuat Divisi Hubungan Internasional Polri. Kepindahannya untuk membantu tugas-tugas Sidang Umum Interpol yang akan dilaksanakan di Bali," papar Boy di Jakarta, Sabtu (24/9).

Dia mengakui bahwa Propam masih mendalami informasi miring yang menyatakan Krishna menganiaya seorang wanita. "Soal dugaan kasus belum ada kesimpulan. Tim Propam belum sampai pada tahap kesimpulan. Sifatnya masih sebatas pengumpulan bahan keterangan," tandasnya.

Polda Lampung mengungkapkan alasan berbeda di balik mutasi tersebut. Kepala Bidang Humas Polda Lampung, AKBP Sulistiyaningsih, menyebut perpindahan itu karena Polda Lampung akan naik tipe menjadi tipe A.

Dengan demikian, jabatan kapolda akan diisi bintang dua dan wakapolda bintang satu. Kombes Krishna yang baru dua bulan menjadi wakapolda adalah lulusan Akpol angkatan 1991.

Dia terlalu junior dalam menduduki jabatan wakapolda Tipe A. Setelah ditinggalkan Krishna, jabatan wakapolda Lampung diisi Kombes Bonifasius Tampoi, alumnus Akpol angkatan 1984.

"Karena Polda Lampung bakal menjadi tipe A, yang mengisi (wakapolda) harus pejabat senior. Pak Boni itu senior," kata Sulistiyaningsih.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved