Uang Lusuh Berskala 6 Banyak Beredar di Pantura, Ini Imbauan BI
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal mencatat masih banyak uang lusuh yang beredar di wilayah Pantura
Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal mencatat masih banyak uang lusuh yang beredar di wilayah Pantura.
Deputi Kepala Perwakilan BI Tegal, Gunawan Purbowo, kesadaran masyarakat untuk memasukkan uang lusuh ke perbankan masih minim.
Sehingga uang lusuh tersebut tak pernah berganti yang baru karena selalu berputar untuk pembayaran.
"Banyak uang lusuh yang beredar, setelah kita selidiki ternyata uang itu tidak masuk perbankan. Tapi digunakan untuk pembayaran lagi," ujar dia, usai pelatihan refreshment kebijakan BI bidang pengedaran uang di Hotel Santika, Sabtu (24/9/2016).
Dia menjelaskan, seharusnya uang yang lusuhlah yang diprioritaskan untuk masuk bank. Namun justru yang dilakukan masyarakat itu sebaliknya.
"Pola pikir masyarakat itu memasukkan uang yang bagus ke bank, uang yang sudah jelek lusuh malah untuk pembayaran," katanya.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan BI Tegal, dari skala 1-10 uang yang beredar di Pantura (Brebes-Batang). Nilai kelayakannya berada dalam skala 6 untuk pecahan Rp 20 ribu ke bawah.
Sedangkan untuk pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu, kondisi kelayakan uangnya masih sangat baik yakni skala 10.
"Harapannya kami ingin meningkatkan kelayakan uang rupiah dari semula skala 6 meningkat jadi skala ," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/uang-bi_20160925_162430.jpg)