Darsono Siap Bertaruh Nyawa Jika Kiosnya Dibongkar Paksa

Darsono Siap Bertaruh Nyawa Jika Kiosnya Dibongkar Paksa. Meski begitu dia mengaku dukung program pemerintah.

Darsono Siap Bertaruh Nyawa Jika Kiosnya Dibongkar Paksa
tribunjateng/raka f pujangga
Proyek pelebaran jalan Kusuma Bangsa Pekalongan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemilik toko kelontong di Jalan Kusumabangsa, Darsono (61) mengaku mendukung program pemerintah untuk pelebaran jalan tersebut. Namun, dia mengaku, belum bisa membongkarnya saat ini meski sudah ada imbauan batas waktu pembongkaran Senin (26/9/2016).

"Saya mendukung program pemerintah, bukan hanya 100 persen. Bahkan 1.000 persen saya setuju," kata dia.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa membongkar kiosnya sekarang karena belum ada pekerjaan fisik untuk pelebarannya. Dia berjanji akan membongkarnya, tapi masih belum mengetahui kapan akan membongkarnya.

"Kalau berani ada yang bongkar, saya siap bertaruh nyawa. Saya pasti bongkar, tapi belum tahu kapan," kata dia.

Darsono menambahkan, biaya untuk membuat kios sederhana yang menempati lahan pemerintah itu mencapai Rp 10 juta. Sedangkan uang sosial yang diberikan dari Pemkot Pekalongan, untuk pembongkaran itu hanya sebesar Rp 1,5 juta.

"Saya memang sudah menerima uang Rp 1,5 juta, tapi jumlah itu tidak sepadan. Kalau Pemkot memaksa, saya kembalikan tiga kali lipat nggak masalah," kata dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved