Breaking News:

ANEH, Dimas Kanjeng Sudah Ditahan, Tapi Websitenya Tetap Aktif dan Pasien Masih Banjiri Pedepokan

ANEH, Dimas Kanjeng Sudah Ditahan, Tapi Websitenya Tetap Aktif dan Pasien Masih Banjiri Pedepokan

Editor: iswidodo
tribunjateng/NET
ANEH, Dimas Kanjeng Sudah Ditahan, Tapi Websitenya Tetap Aktif dan Pasien Masih Banjiri Pedepokan 

TRIBUNJATENG.COM - Sejak 22 September Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditangkap dan ditahan Polda Jawa Timur. Namun hingga Selasa (27/9) ini website Dimas Kanjeng masih aktif.

Website dengan akun bernama dimaskanjengtaatpribadi.com masih terus aktif. Namun terdapat perbedaan mencolok jika dibanding dengan tayangan sepekan silam. Foto Dimas Kanjeng terdapat tulisan PENIPU di atas kepalanya.

Dimas Kanjeng ditangkap oleh Polda Jawa Timur karena diduga menjadi otak pembunuhan dua santri atau pengikutnya. Kadis Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, pembunuhan dua mantan santri di padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi untuk membungkam tindak kejahatan.

Polisi menduga, Taat Pribadi membunuh mantan santrinya pada waktu berbeda karena khawatir perbuatannya tersebut disebarluaskan oleh mereka. "Memang ada dugaan semacam ketidaknyamanan dari Taat Pribadi. Ada kekhawatiran dia terhadap dua orang ini," kata Boy di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Dalam pembunuhan itu, Taat Pribadi memerintahkan anak buahnya bernama Wahyu untuk menghabisi Abdul Gani dan Ismail. Kedua santrinya itu dianggap berencana membongkar mengenai penggandaan uang yang dilakukan sang guru. Namun, polisi enggan buru-buru menyimpulkan motif pembunuhan itu.

"Ini masih terus dibuktikan. Ada hal lain yang dikembangkan penyidik, belum bisa disampaikan," ujar Boy.

Selain melakukan pembunuhan, diduga Taat Pribadi juga melakukan penipuan dengan menjanjikan penggandaan uang. Namun, kata Boy, polisi masih fokus pada tindak pidana pembunuhan yang menyeret Taat Pribadi dan sejumlah anak didiknya. "Berkaitan hal lain yang melawan hukum, seperti penggandaan uang, kami tidak bisa sampaikan," kata Boy.

Meski Taat Pribadi sudah diamankan, masih banyak pasiennya yang menunggu di sekitar padepokan di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

MELIHAT WEBSITE DIMAS KANJENG

Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji mengatakan, mereka adalah pasien yang ingin menggandakan uang kepada tersangka. Mereka masih meyakini bahwa yang ditangkap polisi bukan Taat Pribadi yang asli.

Polres Probolinggo pun membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa ditipu dan menjadi korban dengan modus penggandaan uang oleh Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. (tribunjateng/kompas.com)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved