Sejumlah PSK Kesukaan Pejabat Sering 'Usil' Akhirnya Didepak dari Sunan Kuning

Sejumlah PSK Kesukaan Pejabat Sering 'Usil' Akhirnya Didepak dari Sunan Kuning

Sejumlah PSK Kesukaan Pejabat Sering 'Usil' Akhirnya Didepak dari Sunan Kuning
tribunjateng/dok
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Sejumlah pekerja seks komersial yang berada di resosialisasi Sunan Kuning (Argorejo) Semarang dipulangkan ke Banten, Jawa Barat dan DKI daerah asalnya. Pemulangan ini merupakan bagian dari program resosiliasi SK yaitu pengamanan, kesehatan dan pengentasan.

Ketua Lentera, Ari Istiadi mengatakan, pemulangan itu bagian dari program pengentasan. Mereka dianggap sudah mampu melakukan kehidupan mandiri setelah mencari nafkah di Argorejo. Selain itu populasi PSK di Argorejo sudah membeludak. "Mereka sering nggak taat aturan seperti pembinaan, screening, dan angka Infeksi Menular Seksual (IMS) yang tinggi dari PSK tersebut," ujarnya.

Ada 120 orang PSK yang dipulangkan dari Argorejo. Di Argorejo terdapat 160 wisma yagn dihuni oleh sekitar 700 orang PSK. Kini setelah ada program pemulangan, masih terdapat 488 orang PSK. Penghuni mayoritas dari Jawa Tengah. Idealnya kapasitas maksimal adalah 500 jiwa.

Kata Ari, kehadiran PSK dari daerah-daerah tersebut sering memicu rivalitas kerja yang tak sehat. Di satu sisi mereka disukai banyak pria hidung belang, tapi di sisi lain kerap berbuat onar saat dibooking pelanggannya.

"Rivalitas mereka memang sangat tinggi. Mereka malah kerap memusuhi pekerja seks saingannya, walaupun sama-sama memasang tarif yang sama yakni per jamnya Rp 60 ribu. Selain itu pejabat juga pada suka menggunakan jasanya," ujarnya.

Ada kemungkinan Argorejo menerima PSK baru. Namun tetap harus melewati tiga tahapan prosedur yang sudah ditentukan. Para PSK wajib memiliki KTP, usia di atas 18 tahun, wajib jalani Screening serta VCT.

"Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan mereka sudah terinfeksi HIV atau belum. Jika sudah teriveksi mereka tidak diperkenankan bekerja di sini. Ada aturan lagi mereka hanya diperbolehkan bekerja selama tiga tahun di Argorejo," ujarnya. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved