Misteri Bungkusan Kain Hitam Dalam Kantong Kresek Merah, Kenapa Santri Kanjeng Dimas Tak Berani Buka

Oleh Dimas Kanjeng, saya diberi bungkusan kain hitam, yang dimasukkan ke dalam kantong kresek warna merah. Sampai saat ini saya tak berani membuka

Misteri Bungkusan Kain Hitam Dalam Kantong Kresek Merah, Kenapa Santri Kanjeng Dimas Tak Berani Buka
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Petugas Dinkes Probolinggo saat memeriksa kondisi kesehatan para pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi di padepokan. Mereka terpaksa bertahan berbulan-bulan di gubuk kumuh demi menunggu janji uang yang berlipat-lipat. 

TRIBUNJATENG.COM, PROBOLINGGO -- Kamto salah seorang santri Kanjeng Dimas Taat asal Kudus ini mengaku sudah berapa kali berkunjung ke padepokan.

Menurutnya, setidaknya ia telah lima kali bertandang ke sana. Ia pun mengaku telah menyerahkan uang mahar hingga jutaan rupiah.

Kabar yang beredar di kalangan tetangga Kamto, Kamto sudah menyerahkan uang senilai puluhan juta rupiah, namun menurut Kamto uang yang diserahkannya ke Dimas Kanjeng tak sampai sepuluh juta.

"Oleh Dimas Kanjeng, saya diberi bungkusan kain hitam, yang dimasukkan ke dalam kantong kresek warna merah. Sampai saat ini saya tak berani membuka bungkusan itu, belum waktunya. Nanti kalau sudah waktunya, dan benar-benar cair akan saya kabari dan saya beri bagian," ucap Kamto.

Hingga kemarin, Kamto masih yakin bungkusan itu akan berubah menjadi uang.

Ia meyakini Dimas Kanjeng adalah sosok yang baik. "Saya tak yakin Dimas Kanjeng terlibat pembunuhan. Setiap ketemu, ia selalu berpesan selalu berzikir dan ingatlah kepada Allah, jangan sombong, dan jangan 'keduanya'," kata Kamto.

Ia pun, hingga kini, tak merasa menjadi korban penipuan atau semacamnya.

"Saya tak merasa menjadi korban penipuan atau semacamnya. Saya selalu ikhlas menjalani," tandasnya.

Senada disampaikan oleh Bambang. Diceritakan, ia punya seorang sepupu yang juga menjadi pengikut Dimas Kanjeng, selama tiga tahun terakhir.

"Sepupu saya itu sudah memberikan mahar ratusan juta kepada Dimas Kanjeng. Dari dulu sudah kami ingatkan, tapi selalu membantah, entah bagaimana nasibnya kini," cerita Bambang.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved