Breaking News:

Check In di Star Hotel Semarang Pakai Baju Batik Tanggal 2 Oktober, Langsung Dapat Harga Spesial

Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional ini, Star Hotel Semarang mempunyai cara unik untuk memperingatinya

Penulis: Hermawan Handaka | Editor: muslimah
Check In di Star Hotel Semarang Pakai Baju Batik Tanggal 2 Oktober, Langsung Dapat Harga Spesial
Istimewa

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Handaka

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Batik merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia.

Dalam proses pembuatannya, seni batik terutama batik tulis melambangkan kesabaran pembuatnya. Setiap hiasan dibuat dengan teliti dan melalui proses yang panjang. Kesempurnaan motif tersebut menyiratkan ketenangan pembuatnya.

Corak batik tertentu dipercaya memiliki kekuatan gaib danh anya boleh dikenakan oleh kalangan tertentu, misalnya, motif parang yang melambangkan kekuatan dan kekuasaan, hanya boleh dikenakan oleh penguasa dan ksatria.

Batik jenis ini harus dibuat dengan ketenangan dan kesabaran yang tinggi. Kesalahan dalam proses pembatikan dipercaya akan menghilangkan kekuatan gaib batik tersebut.

"Selain proses pembuatan batik yang sarat dengan maknafilosofis, corak batik merupakansimbol-simbol penuh makna yang memperlihatkan cara berfikir masyarakat pembuatnya. Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional ini, Star Hotel Semarang mempunyai cara unik untuk memperingatinya," Ujar Public Relations, Ratih Sotya kepada Tribun Jateng, Jumat (30/9).

Yang pertama adalah dengan memberi harga special hanya Rp. 421.000,-/net termasuk makan pagi untuk 2 orang untuk semua orang yang check in padat anggal 2 Oktober 2016 dengan menggunakan baju batik.

Yang kedua adalah, team Star Hotel Semarang akan mengadakan joget Semarangan di Car Free Day pada hari Minggu, 2 Oktober 2016 pagi dengan menggunakan baju Batik. Hal ini mempunyai tujuan agar semua orang lebih mencintai Batik., tambahnya.

Pada intinya, Star Hotel Semarang kali ini mengangkat tema Batik dan Joget Semarang agar masyarakat Semarang pada khususnya lebih mengerti dan mencintai budaya sendiri dan kalau bukan kita yang menghargai budaya sendiri, siapa lagi yang akan menharga ibudaya kita. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved