Sekitar 8,2 Persen Wilayah Jateng dan DIY Belum Teraliri Listrik, Begini Rencana PLN
Sekitar 8,2 Persen Wilayah Jateng dan DIY Belum Teraliri Listrik, Begini Rencana PLN
Penulis: hesty imaniar | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Genaral Manager PLN Distribusi Jateng dan DIY, Dwi Kusnanto menyebut bahwa sekitar 8,2 persen wilayah di Jateng dan DIY sampai saat ini masih gelap gulita atau sama sekali belum teraliri penerangan listrik. Permasalahan dari hal tersebut, dikatakannya adalah akses jalan menjadi salah satu penyebab utama masih banyaknya daerah yang belum dialiri listrik.
"Sampai dengan bulan Agustus tahun ini rasio elektrifikasi di wilayah Jateng dan DIY sudah mencapai 91,2 persen dan daerah yang paling banyak belum teraliri lisrik berada di wilayah Yogyakarta, dimana rasionya baru mencapai 87,6 persen, sedangkan untuk Jateng lebih baik dengan rasio sudah mencapai 92,6 persen," katanya disela peringatan HUT PLN ke 71 di Kantor Distribusi Jateng dan DIY, Jumat (30/9/2016).
Untuk itu, lanjutnya, di hari Ulang tahun PLN ke 71 merupakan momen yang tepat bagi PLN untuk terus berkomitmen dan berusaha untuk menyalurkan listrik sampai ke pelosok desa. PLN sendiri mentargetkan sampai dengan tahun 2019 mendatang rasio elektrifikasi bisa mencapai 100 persen.
"Sementara untuk sampai akhir tahun kita targetkan bisa mencapai 92 persen," imbuhnya.
Kusnanto mengaku, penyaluran listrik sampai ke pelosok desa menjadi tantangan tersendiri bagi PLN. Pasalnya sampai saat ini masih ada daerah-daerah yang medannya cukup sulit di jangkau.
"Listrik akan masuk jika akses ada. Ini merupakan tantangan kami untuk megaliri listrik di daerah terpencil, seperti beberapa daerah di Kulonprogo, Gunungkidul, beberapa daerah di Dieng, dan daerah lain yang medannya berat. Untuk mengatasi itu kami jerjasama dengan Pemda setempat khusunya dalam hal penyediaan akses jalan," bebernya.
Dari sisi keandalan, lanjut Kusnanto, PLN distribusi Jateng dan DIY sampai saat ini tidak ada masalah. Kondisi kelistrikan di Jateng dan DIY masih mengalami surplus 750 MW. Kelistrikan semakin kuat dengan adanya tambahan pasokan dari PLTU Cilacap sebesar 620 KV, dan PTLU Adipala dengan jumlah yang sama.
"Kami mempunyai tiga sub sistem, yakni, sub sistem Ungaran, Pedan, dan Tanjungjati. Ketiganya sudah dalam bentuk jaringan dalam bentuk andal," imbuhnya.
Sementara itu terkait dengan peringatan HUT PLN ke 71 yang jatuh pada 27 Oktober mendatang dengan tema "Kerja Nyata Terangi Negeri", Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jateng dan DIY, Hardian Sakti Laksana menyebutkan PLN akan melakukan berbagai kegiatan.
"Kegiatan tersebut diantaranya adalah penyalaan listrik dalam program listrik pedesaan di salah satu desa di Kulonprogo, serta bantuan CSR. Selian itu, juga akan melakukan rangkaian kegiatan penandatanganan MoU dengan Polda Jateng dan Polda DIY dalam hal pengamanan. Sedangkan untuk mempererat hubungan antar karyawan kami melakukan pertandingan olahraga, dan lomba lain," tukasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sekitar-82-persen-wilayah-jateng-dan-diy-belum-teraliri-listrik-begini-rencana-pln_20160930_213224.jpg)