Serpihan Benda Misterius yang Jatuh di Sumenep Dibawa ke LAPAN, Ini Dugaan Sementara

"Semoga penelitian lebih lanjut di LAPAN dapat memperjelas status benda yang jatuh di Pulau Gili Raja dan perairan Gili Genting tersebut,"

Serpihan Benda Misterius yang Jatuh di Sumenep Dibawa ke LAPAN, Ini Dugaan Sementara
SURYAMALANG
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan dugaan bahwa benda misterius yang jatuh menimpa kandang kosong di Sumenep, Senin (26/9/2016), merupakan sampah dari roket Falcon 9. 

TRIBUNJATENG.COM - Kepolisian Resor Sumenep, Jawa Timur menyerahkan benda misterius diduga bagian roket kepada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

"Benda yang jatuh di Pulau Gili Raja dan perairan Gili Genting diduga barang antariksa, yakni bagian dari roket. Sesuai UU Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan, semua benda yang terkait keantariksaan harus diteliti oleh LAPAN," ujar Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora, di Sumenep, Kamis (30/9/2016).

Selanjutnya, barang tak dikenal berupa tiga benda menyerupai drum dengan lilitan dari bahan diduga lembaran fiber berwarna hitam, dan satu benda menyerupai radiator dan serpihannya dalam kondisi diduga hangus terbakar, dimasukkan ke mobil untuk dibawa tim LAPAN ke Bandung.

"Semoga penelitian lebih lanjut di LAPAN dapat memperjelas status benda yang jatuh di Pulau Gili Raja dan perairan Gili Genting tersebut," tambah Joseph.

Sebelumnya, Senin (26/9/2016) sekitar pukul 09.35 WIB hingga pukul 10.00 WIB, warga melihat dan menemukan benda-benda tersebut jatuh dari udara di beberapa lokasi di Pulau Gili Raja dan perairan Gili Genting.

Pada Selasa (27/9/2016) malam, tim LAPAN datang ke Sumenep untuk meneliti barang-barang tersebut.

Diduga benda asing tersebut tangki pendingin (berisi helium) yang merupakan bagian dari roket Falcon 9.

Roket itu diluncurkan dari Amerika Serikat (AS) untuk membawa satelit komunikasi milik salah satu perusahaan Jepang pada 14 Agustus 2016.

Sesuai data di LAPAN, setelah meluncurkan satelit tersebut, roket Falcon 9 diperkirakan melintas di atas wilayah Pulau Madura, Senin (26/9/2016) setelah mengorbit beberapa waktu.

Sedangkan tim dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) yang juga datang ke Sumenep memastikan benda-benda tersebut sudah tidak berbahaya lagi. (*)

Editor: muslimah
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved