Gunungan Padi jadi Rayahan Warga di Slawi, Mereka Percaya Hal Ini. .
Diantara sembilan gunungan, warga paling banyak menggerumuti gunungan padi.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: a prianggoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM,SLAWI-Peringati tahun baru Islam 1 Muharam 1438 Hijriah/2016 Masehi atau bulan Asyura, warga Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal menggelar kirab dengan mengarak sembilan gunungan.
Sembilan gunungan yang menggambarkan Walisongo itu berisi beragam hasil bumi dan makanan khas Slawi. Diantaranya, padi, buah-buahan, sayuran, macam umbi-umbian, kue kamir yang merupakan khas Slawi dan teh poci.
Setelah selesai diarak keliling Slawi, gunungan ditempatkan di tengah-tengah Lapangan Kagok, Slawi. Ratusan warga yang sudah menunggu pun menggerumuti gunungan.
Diantara sembilan gunungan, warga paling banyak menggerumuti gunungan padi. Panitia acara lewat pengeras suara pun mengingatkan warga untuk bersabar.
Usai selesai berdoa, warga pun langsung rayahan gunungan padi. Baik anak-anak, dan ibu-ibu pun ikut berdesakan dengan kaum pria.
"Saya akan pasang padi ini di atas pintu rumah, biar beras di rumah ada terus dan ngga kelaparan. Tentu saja berkah," kata Syamsudin (40), seorang warga Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal yang dapat beberapa tangkai padi yang sudah menguning.
Sementara, warga Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Mukisah (55) yang sengaja datang ke lokasi untuk rayahan gunungan mendapatkan beberapa tangkai padi dan dua buah pisang.
"Pisang ini untuk makan suami saya yang sedang kena penyakit. Mudah-mudahan setelah makan, jadi sembuh," ujarnya.
Sedangkan padi, ia akan mencampurkannya dengan bibit padi lain yang akan ditanam di sawahnya saat musim tanam esok.
"Sebentar lagi kan, sawah saya ditanduri, nah, padi ini untuk campuran bibit padi. Agar besok, hasil panennya banyak dan bagus," tutur Mukisah.
Meskipun perempuan, Mukisah tetap merangsek diantara para lelaki untuk mendapatkan padi dan pisang.
"Karena berdesakan, jadi tali tas saya putus. Ngga papa, yang penting dapat gunungan," ujarnya sembari tertawa.
Sembilan gunungan yang ada, merupakan simbol Walisongo. Selain memperingati tahun baru Islam, kirab gunungan juga untuk menghormati jasa para leluhur yang telah menyebarkan Islam di bumi Jawa.
"Dengan adanya sembilan gunungan ini, menyimbolkan sembilan wali. Hal ini agar dikenal generasi muda untuk menghormati dan diteruskan perjuangannya," kata ketua pelaksana kegiatan, Junaedi.
Ia berharap, kegiatan tersebut jadi ajang kebersamaan para warga. Sehingga budaya gotong royong di masyarakat tidak akan luntur .(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gunungan_20161002_174637.jpg)