Belum Punya Pj Wali Kota, Ini Dampak Langsung Bagi Kota Salatiga
Beberapa kegiatan fisik dan nonfisik di lingkungan Pemkot Salatiga yang telah ditetapkan dalam APBD Perubahan Kota Salatiga 2016 ini terhambat
Penulis: deni setiawan | Editor: a prianggoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Beberapa kegiatan fisik dan nonfisik di lingkungan Pemkot Salatiga yang telah ditetapkan dalam APBD Perubahan Kota Salatiga 2016 ini terhambat realisasinya karena belum memiliki Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Bina Marga dan PSDA Kota Salatiga Agung Hendratmoko. Menurutnya, belum dilantiknya PJ Wali Kota Salatiga, pelaksanaan beberapa proyek fisik seperti peningkatan eks jalan nasional maupun jalan kota di wilayahnya jadi terhambat atau belum dapat dlaksanakan.
“Ada lima paket yang sudah ditenderkan dan telah ditentukan pihak pemenang lelangnya melalui Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Semestinya hari ini, paket proyek peningkatan jalan itu sudah dibuat surat penunjukan penyediaan barang dan jasa (SPPBJ) nya,” kata Agung kepada Tribun Jateng, Rabu (5/10/2016).
Namun, lanjutnya, dikarenakan belum ada Surat Keputusan (SK) Wali Kota atau dalam hal ini yang berwenang yang menandatangani dalam daftar pengisian anggaran (DPA).
Jika tidak ada wali kota, Pj bisa menandatanganinya. Jika sebatas Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Salatiga, sesuai aturannya belum bisa menandatanganinya.
“Belum adanya SK untuk DPA itu, membuat pelaksanaan kegiatan di tempat kami dan beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkungan Pemkot Salatiga jadi terhambat. Kami sebagai leading sektor kegiatan, berharap dapat ada kepastian waktu ditunjuk serta dilantiknya PJ Wali Kota Salatiga oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,” ucapnya.
Menurutnya, dampak pasti dari belum adanya PJ Wali Kota Salatiga tersebut, seluruh alokasi anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD Perubahan 2016 ini, belum dapat dicairkan dan otomatis pekerjaan fisik belum dapat dilaksanakan untuk sementara waktu ini. Dan pihaknya pun belum bisa memastikan, kapan dapat terealisasikan. (*)