PENGAKUAN GATOT BRAJAMUSTI: Satu Persatu Korban Digilir di Kamarnya, Agar Tetap Kuat Minum Aspat

Walau awalnya bungkam dan sebagian korbannya tidak mengakua adanya pesta seks di Padepokan. Akhirnya guru spritual penyanyi Reza Artamevia ini mengaku

warta kota
Acara peluncuran band dan album perdana Brajamusti Band yang berjudul Subhanallah di Villa Danau, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (28/7/2013). Brajamusti adalah sebuah band yang dibentuk atas dasar kekeluargaan dimana semua personelnya merupakan anggota keluarga padepokan brajamusti yang berdiri sejak 2008 dengan mengusung jenis musik religi Islami. Band ini dipimpin oleh Aa Gatot Brajamusti yang beranggotakan, AA Gatot Brajamusti (Vokal), Adhe Brajamusti (Backing Vokal), Marbella Brajamusti (Backing Vokal), Zanattaba ( Backing Vokal), Najam yardo (Gitar), Ricky Brata ( Bass), Apap (Perkusi), Haris (Drum), Azis (Keyboard), Adi Ndut (Perkusi). (WARTAKOTA/Nur Ichsan) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Walau awalnya bungkam dan sebagian korbannya tidak mengakua adanya pesta seks di Padepokan. Akhirnya guru spritual penyanyi Reza Artamevia ini mengakui perbuatannya.

Dari hasil pemeriksaan intensif terhadapnya, polisi mendapati banyak temuan baru yang saling menguatkan pernyataan para korban dan saksi Gatot yang mengemuka di media selama ini, menyusul munculnya pengakuan saksi korban perempuan berinisial C terkait kasus dugaan tindak asusila oleh Gatot Brajamusti terhadapnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Gatot mengakui pernah melakukan pesta seks di padepokannya.

"Dia mengakui melakukan persetubuhan dengan korban-korbannya secara bergiliran. Satu per satu masuk ke kamar prakteknya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (6/10/2016).

Awi menjelaskan, selain melakukan hubungan seks bergantian, dia juga mengakui pernah melakukan hubungan intim dengan beberapa wanita secara bersamaan.
Hal itu juga diperkuat oleh pengakuan dari istrinya, Dewi Aminah.

"Dia juga mengakui pernah melakukan three some dengan beberapa wanita secara bersamaan," kata Kombes Awi Setiyono.

Yang lebih mengejutkan lagi, Gatot mengaku, sebelum melakukan persetubuhan dengan para korbannya, dia menggunakan aspat yang kini diketahui sebagai sabu.

Terkait kasus ini, polisi telah memeriksa sembilan orang saksi.

Tiga saksi yang diperiksa adalah perempuan yang mengaku menjadi korban pencabulan Gatot.

Saksi lainnya adalah orangtua korban pertama, orangtua korban kedua, bidan yang membantu persalinan korban pertama, asisten pribadi Gatot, artis Elma Theana, dan Reza Artamevia.

Kasus ini bermula dari C (26) yang melaporkan Gatot Brajamusti ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada 8 September 2016.

Dia melaporkan Gatot telah memerkosanya saat dia berusia 16 tahun.

Adapun korban kedua melaporkan Gatot ke SPKT pada 14 September 2016. Keduanya mengaku dicekoki aspat yang belakangan diketahui merupakan sabu, sebelum diperkosa Gatot. (Akhdi Martin Pratama)

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved