Ketua DPD Ditangkap KPK

Ini Kesaksian Liestyana Rizal Gusman Saat Tujuh Jam Diperiksa Penyidik KPK

Ini Kesaksian Liestyana Rizal Gusman Saat Tujuh Jam Diperiksa Penyidik KPK

Ini Kesaksian Liestyana Rizal Gusman Saat Tujuh Jam Diperiksa Penyidik KPK
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Istri Irman Gusman, Liestyana Rizal Gusman tiba di kantor KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Selasa (11/10/2016). Liestyana Rizal Gusman diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Xaveriandy Sutanto dan Memi terkait kasus dugaan suap kuota gula impor di Sumatera Barat. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Istri mantan Ketua DPD Irman Gusman, Liestyana Rizal Gusman, diperiksa selama tujuh jam di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Selasa (11/10). Selama di hadapan penyidik KPK, ia justru kemudian menolak melengkapi BAP untuk suaminya.

Dalam pemeriksaan, Liestyana mengaku dikonfirmasi terkait kejadian pada saat petugas KPK melakukan operasi tangkap tangan di kediamannya. "Soal uang itu ditanyakan kepada saya karena Pak Irman tidak tahu apa yang diberikan," ujar Liestyana seusai diperiksa di Gedung KPK.

Awalnya, menurut Liestyana, petugas KPK yang mendatangi kediamannya meminta agar bungkusan berisi uang tersebut diserahkan. Mendengar permintaan tersebut, Irman memerintahkan istrinya untuk mengambil bungkusan yang telah dipindahkan ke ruangan atas.

Setelah menemukan bungkusan tersebut, Liestyana membukanya dan melihat bahwa bungkusan tersebut berisi sejumlah uang. "Memang saya buka bungkusnya, lalu saya lihat benar uang, dan itu kan bungkusnya robek berantakan, uangnya pada berjatuhan," kata Liestyana.

Setelah itu, karena terburu-buru dan merasa panik saat Irman diancam untuk diborgol, menurut Liestyana, dia mengambil plastik dan membungkus kembali uang tersebut. Selanjutnya, uang tersebut diserahkan kepada petugas KPK.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif memastikan bahwa uang yang ditemukan penyidik KPK di kamar rumah dinas Ketua DPD RI Irman Gusman telah diketahui sebelumnya oleh pemilik rumah, yakni Irman. Sebab, saat ditemukan oleh penyidik KPK, pembungkus yang digunakan untuk menyimpan uang telah berganti.

Sementara Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Gedung KPK Jakarta, mengatakan Liestyana menolak melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) untuk suaminya. Penolakan itu merupakan hak Liestyana yang diatur undang-undang, di mana saksi berhak menolak memberikan keterangan bagi anggota keluarganya. "Ibu Liestyana di hadapan penyidik menggunakan hak untuk mengundurkan diri dari saksi untuk suaminya," ujar Priharsa.

Menurut ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 168 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Dalam undang-undang tersebut diatur mengenai pihak-pihak yang tidak dapat didengar keterangannya dan dapat mengundurkan diri sebagai saksi, di antaranya keluarga dan istri terdakwa. (kompas.com/tribunnews.com)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved