KASIHAN, Pembantu yang Perutnya Disetrika oleh Majikan Itu Akhirnya Infeksi Lambung

KASIHAN, Pembantu yang Perutnya Disetrika oleh Majikan Itu Akhirnya Infeksi Lambung

KASIHAN, Pembantu yang Perutnya Disetrika oleh Majikan Itu Akhirnya Infeksi Lambung
tribunjateng/yayan isro roziki
Lambung Mufiatun (25), pembantu rumah tangga yang menjadi korban penganiayaan majikannya, Agus Susanto (28) mengalami infeksi yang cukup parah. Ini diketahui setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap korban, oleh petugas medis RSUD dr. Loekmonohadi Kabupaten Kudus, Selasa 11 Oktober 2016 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Lambung Mufiatun (25), pembantu rumah tangga yang menjadi korban penganiayaan majikannya, Agus Susanto (28) mengalami infeksi yang cukup parah. Ini diketahui setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap korban, oleh petugas medis RSUD dr. Loekmonohadi.

Doktes spesialis penyakit dalam di rumah sakit pelat merah itu, dr. Lukman Mulyadi, mengatakan Mufiatun mengalami infeksi lambung. Diduga infeksi lambung itu disebabkan oleh luka bakar di perut yang bersangkutan. Namun demikian, tak menutup kemungkinan hal itu juga akibat pola makan dan pola hidup yang kurang sehat.

"Oleh karena itu, harus dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, faktor dominan dari infeksi lambung itu apa," ucapnya, usai memeriksa korban di ruang perawatan Dahlia I kamar 11b. Menurut Lukman, infeksi lambung korban relatif lebih mudah disembuhkan. Hanya, ditambahkan, Mufiatun juga terindikasi mengalami gangguan psikologis atau pun kejiwaan.

"Nanti kami akan berkoordinasi dengan dokter spesialis kejiwaan atau psikiater, untuk turut menangani korban," sambung dia. Ditambahkan pula, gangguan psikologi terhadap korban dimungkinkan terjadi. Sebab, dari informasi yang diterima pihaknya, korban sempat disekap oleh sang majikan selama beberapa waktu.

Sementara itu, Barsinah (50) -ibu Mufiatun-, mengatakan kondisi fisik anaknya sudah sedikit membaik, usai mendapat perawatan medis di RSUD dr. Loekmonohadi selama empat hari. Dia berharap, kondisi fisik dan mental anaknya dapat disembuhkan, seperti sediakala.

"Untuk biaya perawatan, kami berharap ada uluran bantuan," harapnya.
Kakak korban, Sutikno, menambahkan keluarga tak dapat menerima perlakuan keji terhadap Mufiatun. Dia mengaku sangat emosi ketika mendapat kabar perihal penganiayaan sang majikan terhadap adiknya tersebut.
"Saya gak terima, dia kerja di situ, tapi malah disiksa begini," ucapnya.

Diakui, selama ini adiknya tersebut tergolong sosok pendiam. Ia tak pernah menceritakan hal-hal yang dialami ke pihak keluarga. "Selama tiga tahun ikut majikannya sempat beberapa kali pulang, tapi kalau di rumah pendiam. Gak cerita apa-apa, kalu ditanya-tanya jawabnya gak tau," ujar Sutikno.

Sebelumnya diberitakan, seorang pembantu rumah tangga (PRT) di Kudus, Mufiatun (25), mengaku dianiayai majikannya, Ags. Ia dianiaya sang majikan di sebuah rumah kontrakan di RT 02 / RW 01 Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus lantaran lalai saat bekerja.

Selama ini, Mufiatun bertugas menyetrika pakaian pelanggan laundry, milik sang majikan. "Saat itu saya menyetrika pakaian. Karena kecapekan, saya ngantuk, sehingga pakaian yang disetrika terbakar," ucap Mufiatun, saat ditemui di ruang UGD RSUD dr. Loekmonohadi, Kudus, Minggu (9/10).

Mengetahui pakain yang disetrika rusak, sang majikan, Ags, marah besar. "Majikan marah, perut saya kemudian disetrika," sambung dia. Disampaikan, peristiwa naas itu terjadi pada sekitar awal Juni silam, jelang memasuki bulan Ramadan. Kendati demikian, sampai saat ini Mufiatun masih merasakan nyeri dan gatal di bagian perut, bekas luka bakar yang telah mengering itu.

"Saya sudah ndak tahan, semalam saya kabur. Sama tetangga d antar ke polisi, dan kemudian dibawa ke sini," ucap perempuan asal Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Pati. Saat ini, Satreskrim Polres Kudus telah menetapkan Agus Susanto seagai tersangka. Ia kini ditahan di ruang tahanan Mapolres Kudus, dan dijerat menggunakan Pasal 44 ayat 1 atau ayat 2, UU 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. (tribunjateng/yayan)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved