100 Calon Transmigran Jateng Diberangkatkan ke Kalimantan Utara, Mereka Dapat Fasilitas Lahan . . .

Sejumlah 100 kepala keluarga (KK) calon transmigran melalui program sharing APBD Provinsi Jateng, Minggu (16/10/2016)

Penulis: m nur huda | Editor: iswidodo
tribunjateng/m nur huda
Sejumlah 100 kepala keluarga (KK) calon transmigran melalui program sharing APBD Provinsi Jateng, Minggu (16/10/2016), diberangkatkan ke lokasi Sepunggur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah 100 kepala keluarga (KK) calon transmigran melalui program sharing APBD Jateng, Minggu (16/10/2016), diberangkatkan ke lokasi Sepunggur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Pemberangkatan dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jateng, Wika Bintang, di Aula Transito Tugu, Kota Semarang. Selanjutnya mereka diangkut menggunakan bus menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Dari Surabaya, selanjutnya menempuh perjalanan laut menuju Makasar menggunakan Kapal Pelni Dorolonda. Kemudian dari Makasar menuju Tarakan menggunakan Kapal Pelni Lambellu.

Dari Tarakan menuju Sepunggur, mereka akan menempuh perjalanan menggunakan perahu speed boat ke lokasi tujuan. "Lokasinya nanti cukup bagus, hanya delapan kilometer dari rumah dinas Gubernur Kaltara. Jalan raya juga bagus," kata Wika.

Sejumlah 100 kepala keluarga (KK) calon transmigran melalui program sharing APBD Provinsi Jateng, Minggu (16/10/2016), diberangkatkan ke lokasi Sepunggur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Dari 100 KK yang terdiri dari 366 jiwa tersebut, berasal dari 10 Kabupaten. Antara lain Grobogan ada 10 KK atau 33 jiwa, Purbalingga ada 10 KK atau 33 jiwa, Banjarnegara ada 10 KK atau 36 jiwa, Purworejo ada 10 KK atau 33 jiwa.

Kabupaten Boyolali ada 10 KK atau 33 jiwa, Wonogiri ada 10 kk atau 41 jiwa, Magelang 10 KK atau 39 jiwa, Klaten ada 10 KK atau 46 jiwa, Kebumen ada 10 KK atau 36 jiwa, dan Kabupaten Pemalang ada 10 KK atau 38 jiwa.

Wika menjelaskan, 100 KK tersebut sudah diberikan bekal keterampilan berupa pelatihan budidaya ikan air tawar, budidaya ternak unggas, sarana air bersih dan kesehatan lingkungan, hortikultura dan pertanian, handycraft dan menjahit.

Di samping itu, melalui APBD masing-masing Kabupaten juga terdapat pelatihan keterampilan berupa tata boga, batik, las, perbengkelan, dan pertukangan. "Juga ada keterampilan umum berupa membatik," ujarnya.

Pemprov Jateng mulai 2016 ini membuat program transmigrasi mandiri (APBD Provinsi) atau di luar kuota dari pemerintah pusat. Terdapat keunggulan dibanding transmigrasi regular, di antaranya jika bangunan rumah dari pusat senilai Rp 38 juta, namun bangunan rumah yang dibuat Pemprov senilai Rp 65 juta.

Untuk ukuran bangunan rumah antara regular dan sharing, sama yakni 6x6 meter. Kemudian mendapat lahan seluas dua hektare, terdiri dari 0,25 persen untuk rumah dan pekarangan, selebihnya untuk perkebunan.

"Tapi kalau regular kamar mandinya di luar, kalau di program sharing kita (Pemprov) di dalam, ada atapnya, bentuknya modern, dan sudah ada instalasi listriknya," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved