VIDEO Tawassul Akbar Haul ke 470 Sunan Pandanaran di Kota Semarang
VIDEO Tawassul Akbar Haul ke 470 Sunan Pandanaran di Kota Semarang, Minggu (16/10/2016).
Penulis: M Syofri Kurniawan | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Sejumlah jemaah melantunkan shalawatan, puji-pujian dan doa dalam acara Haul ke-470 Ki Ageng Pandanaran atau Sunan Pandanaran di kompleks makam Sunan Pandanaran di Jalan Mugas Dalam II/4, Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Minggu (16/10/2016).
Sunan Pandanaran adalah penyebar agama Islam sekaligus bupati pertama Semarang. Orang biasa menyebutnya Ki Ageng Pandan Arang kala itu diangkat oleh Sultan Demak Bintoro sebagai Bupati Semarang. Semarang sendiri berasal dari kata Asem Arang atau pohon asem yang jarang-jarang.
Ki Ageng Pandan Arang (1) juga dikenal sebagai Sunan Bayat, yang berdakwah dari Semarang jalan kaki menuju Bukit Bayat di Klaten. Dan makamnya berada di Bayat Kabupaten Klaten. Raden Pandanaran adalah putra dari pangeran Suryo Panembahan Sabrang Lor (sultan kedua Kesultanan Demak) yang menolak tahta karena lebih suka memilih mendalami spiritualitas.
Berdasar legenda, dari perjalanan Sunan Pandan Aran itu lah kemudian muncul beberapa nama daerah yang dilewati antara lain Salatiga, Boyolali, Jatinom dan lain-lain.
Ketua Yayasan Sosial Sunan Pandanaran, Aris Pandan Setiawan mengatakan, kegiatan Haul Sunan Pandandaran adalah tawassul akbar untuk memperingati Hari Jadi Kota Semarang. Haul Sunan Pandanaran dilaksanakan setiap tanggal 17 Muharam. "Hari ini adalah Haul yang ke 470. Kita doakan bersama semoga masyarakat Kota Semarang menjadi lebih baik, lebih sejahtera," kata Aris Pandan. (tribunjateng/m sofri kurniawan)