Jalan Desa Rusak Akibat Alat Berat Proyek Tol Pemalang-Batang, Siapa yang Tanggung Jawab?

Warga Desa Rengas, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan menuntut adanya perbaikan jalan desa

Jalan Desa Rusak Akibat Alat Berat Proyek Tol Pemalang-Batang, Siapa yang Tanggung Jawab?
Tribun Jateng/raka f pujangga
Proses pra konstruksi di Desa Rengas, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Rabu (19/10/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Proses pra konstruksi tol Pemalang-Batang yang sudah dilaksanakan PT Waskita Karya sejak tiga bulan terakhir mendapatkan protes warga.

Warga Desa Rengas, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan menuntut adanya perbaikan jalan desa.

Sebab, masuknya sejumlah alat berat yang melalui jalan desa membuat aspal jalan terkelupas.

Sekretaris Desa (Sekdes) Rengas, Casman mengaku sudah mengirimkan surat kepada pelaksana proyek PT Waskita Karya untuk memperbaiki jalan desa itu.

"Surat untuk perbaikan jalan desa itu sudah kami sampaikan, tapi sampai saat ini belum ada jawaban. Karena kami inginnya hitam di atas putih," ujar dia, di Kantor Desa Rengas, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Rabu (19/10/2016).

Casman mengaku khawatir, jika tidak ada perjanjian tertulis dari pihak kontraktor. Setelah jalan tol selesai, kondisi jalan desa yang rusak itu dibiarkan.

"Makanya kami inginnya ada perjanjian tertulis, hitam di atas putih. Selama ini secara lisan sudah disampaikan, tapi kami khawatir setelah proyek selesai jalan desa rusak dibiarkan," ucapnya.

Dia memperkirakan, panjang jalan desa dari perbatasan desa hingga lokasi proyek tersebut mencapai tiga kilometer. Namun sampai saat ini belum ada kesepakatan yang jelas atas kasus tersebut.

"Kira-kira panjang jalan desa yang rusak itu tiga kilometer, dari Karangdowo sampai Rengas," ucap dia.

Pihaknya mengaku, meski belum semua warga Desa Rengas menerima ganti rugi di Desa Rengas tersebut. Kontraktor sudah memulai tahapan pra konstruksi.

Masih ada satu warga yang enggan menerima ganti rugi karena nilai yang ditetapkan Panitia Pengadaan Tinggi terlalu rendah.

"Sekarang ini sudah mulai konstruksi, sekarang lagi proses pembangunan underpass. Jadi nanti jalan desa ada yang masuk di bawah jalan tol," katanya. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved