Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Inilah Identitas Warga Belanda Yang Tertabrak Kereta di Yogyakarta dan Kronologinya

Secara tiba-tiba, perempuan asal Belanda ini melompat ke lintasan yang bertepatan dengan datangnya kereta api Joglokerto dari arah timur.

Kompas.com/Robertus Belarminus
Ilustrasi tertabrak kereta. 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA -- Identitas perempuan yang tewas tertabrak kereta api Joglokerto di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, Kamis (20/10/2016) pagi, akhirnya diketahui. Perempuan itu bernama Denise Pronk (32) dan merupakan warga negara Belanda.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto saat dihubungi mengungkapkan, dari keterangan petugas di lokasi, sebelumnya beberapa penumpang sudah berusaha menghalangi namun Denise Pronk tetap berjalan ke arah lintasan jalur satu.

Secara tiba-tiba, perempuan asal Belanda ini melompat ke lintasan yang bertepatan dengan datangnya kereta api Joglokerto dari arah timur.

"Meninggal di tempat," ucapnya.

Namun demikian, belum diputuskan penyebab Denise tewas karena bunuh diri atau lalai. Setelah kejadian, jenazah Denise dibawa ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Sebelumnya diberitakan, seorang perempuan dari luar negeri meninggal dunia setelah tertabrak kereta api tujuan Jogja-Solo-Purwokerto di Stasiun Lempuyangan, Kota Yogyakarta, Kamis pagi.

Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab kecelakaan itu, apakah bunuh diri atau lalai.

"Iya benar meninggal di tempat, saat ini masih dicari identitasnya. Karena di tempat kejadian tidak ditemukan adanya identitas," ujar Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto saat dihubungi, Jumat (20/10/2016).

Eko menuturkan, kejadian berawal ketika ada seorang perempuan warga asing berdiri di jalur satu untuk menunggu kereta.

Namun, saat kereta Api Joglokerto dari arah Timur datang di stasiun Lempuyangan, tiba-tiba perempuan ini berjalan menuju rel. Korban pun tertabrak kereta api.

"Kejadiannya sekitar jam 07.16 WIB," tegasnya.

Dari keterangan salah satu petugas yang ada di lokasi saat itu, ketika perempuan tersebut berjalan ke arah rel, sudah ada beberapa penumpang lain yang berusaha menghalangi. Namun upaya itu gagal.

"Petugas selalu mengingatkan di pengumuman ketika kereta akan datang agar menjauhi rel dan berada di belakang garis kuning," tandasnya.

Kejadian ini masih dalam penyelidikan petugas yang berwajib. (Kontributor Kompas.com, Yogyakarta, Wijaya Kusuma)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved