Breaking News:

Dimas Kanjeng Ditahan

Penasihat Hukum Padepokan Dimas Kanjeng Tertipu Rp 35 Miliar

Daftar korban Dimas Kanjeng Taat Pribadi terus bertambah. Penasihat hukum Padepokan Dimas Kanjeng, Muhamad Ali, turut tertipu Rp 35 miliar.

Editor: iswidodo
YOUTUBE
Banyak Korban Dimas Kanjeng Belum Melapor. Daftar korban Dimas Kanjeng Taat Pribadi terus bertambah. Penasihat hukum Padepokan Dimas Kanjeng, Muhamad Ali, turut tertipu Rp 35 miliar. 

TRIBUNJATENG.COM - Daftar korban Dimas Kanjeng Taat Pribadi terus bertambah. Penasihat hukum Padepokan Dimas Kanjeng, Muhamad Ali, turut tertipu Rp 35 miliar.

Pengacara asal Kudus ini menyerahkan barang bukti uang dari berbagai negara yang diduga palsu ke penyidik Polda Jatim, Rabu (19/10). Barang bukti berupa 3 koper ukuran 60 x 80 cm berisi uang pecahan dolar AS, dolar Kanada, riyal, rupee, euro, dan lainnya. Totalnya 118 bendel, masing-masing bendel berisi 1.000 lembar.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes RP Argo Yuwono, menjelaskan penipuan itu berawal saat Ali diminta menjadi penasihat hukum Padepokan. Suatu saat Taat Pribadi melontarkan keinginan meminjam uang Rp 35 miliar untuk dana talangan.

Korban langsung percaya karena yang berbicara Taat Pribadi langsung. Pemilik Padepokan di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo itu dia yakini sebagai orang berpengaruh.

"Uang akhirnya diserahkan kepada Taat Pribadi secara bertahap. Totalnya Rp 35 miliar," jelas Kombes Argo.
Sebagai jaminan, Taat memberi tiga koper berisi uang pada 2014. Satu koper khusus berisi uang pecahan dolar AS diperbolehkan dibuka.

"Dua koper tak diperbolehkan dibuka, menunggu sentuhan Taat Pribadi. Koper itu dikunci," imbuhnya.
Dalam koper yang boleh dibuka itu, bagian atas dan bawah berisi pecahan 100 dolar AS. Namun di bagian tengah isinya cuma pecahan 1 dolar AS.

Jumlah dolar AS sebanyak 42 bendel, masing-masing berisi 1.000 lembar. "Versi pelapor, dari satu bendel itu dia ambil dua lembar. Masing-masing pecahan 1 dolar dan 100 dolar. Uang ditukar ke money changer, laku. Kemudian dipakai belanja oleh korban," terang dia.

Setelah mendengar Taat Pribadi ditangkap karena dugaan pembunuhan Ismail Hidayah dan Abdul Gani, korban memberanikan diri membuka. Ternyata dua koper lain berisi euro, riyal, rupee, dan mata uang asing lain. (tribunjateng/cetak/surya)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved