Siswi SMA Semarang Beberkan Modus Pungli 'Seiklasnya' Pembuatan Surat Kehilangan di Kantor Polisi

Gadis yang disapa Caca ini mengantar sang teman melapor dan mencari surat kehilangan di kepolisian.

Siswi SMA Semarang Beberkan Modus Pungli 'Seiklasnya' Pembuatan Surat Kehilangan di Kantor Polisi
tribunjateng/wid
STOP PUNGLI DI JATENG 

Geiska Agli N P | Siswa SMA Negeri 8 Semarang

TRIBUNJATENG.COM- Geiska Agli N miris mendengar banyaknya pungli yang muncul di berbagai tempat. Meski belum pernah menjadi korban, siswi SMA Negeri 8 Kota Semarang itu geram terhadap oknum yang memanfaatkan situasi dan jabatan.

Pernah, gadis yang disapa Caca ini mengantar sang teman melapor dan mencari surat kehilangan di kepolisian.

Dia pun berpikir, mengurus surat-surat tersebut gratis.

Namun, teman Caca ternyata diminta membayar Rp 20 ribu sebagai pengganti surat keterangan kehilangan yang dikeluarkan.

"Katanya, isi seikhlasnya. Tapi, kotak kasnya terbuat dari kaca dan isinya (uang) warna hijau (Rp 20 ribu) dan biru (Rp 50 ribu). Kan tidak enak juga kalau sedikit," ungkapnya.

Dia berharap, segala macam bentuk pungli diberantas di berbagai level, termasuk di sekolah-sekolah.

Caca prihatin bila ada sekolah yang meminta biaya yang tidak masuk akal, mulai uang kenang-kalangan, konser di sekolah atau hal yang tidak bermanfaat.

Dia bersyukur, sekolah tempat Caca menuntut ilmu tidak pernah membebani siswa dengan biaya yang tidak penting atau di luar kegiatan belajar mengajar.

"Puji Tuhan, sekolah saya selalu transparan. Tidak hanya pada orangtua tetapi juga murid-muridnya," ujar Caca. (TRIBUNJATENG/CETAK)

Penulis: dini
Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved