DERITA Ribuan Warga Sayung Demak Jalani Kehidupan Dalam Rendaman Air Laut

DERITA Ribuan Warga Sayung Demak Jalani Kehidupan Dalam Rendaman Air Laut. Tahun 2016 ini air rob sudah merendam ribuan rumah dengan ketinggian semete

DERITA Ribuan Warga Sayung Demak Jalani Kehidupan Dalam Rendaman Air Laut
tribunjateng/putut dwi putranto
TERENDAM - Warga melintas di wilayah Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang terendam rob, Jumat (28/10/2016) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Warga Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, kini tengah resah dan waswas. Rob yang bertahun-tahun melanda kawasan tersebut, sejak Oktober 2016, menunjukkan kondisi semakin parah. Air laut menggenangi hampir seluruh akses jalan di wilayah itu.

"Bulan ini merupakan musibah bagi kami. Rob memasuki sebagian besar rumah warga. Tingginya mencapai satu meter," kata tokoh masyarakat setempat, Setyobudi, kepada Tribun Jateng, kemarin.

Ia menuturkan, mulai Oktober 2016, rob bisa terjadi hingga lima kali per minggu. Datangnya selalu dini hari dan surut pada pagi hari, sekitar pukul 08.00 WIB. Aktivitas warga pun terganggu.

"Guru dan murid kesulitan berangkat ke sekolah. Bahkan, mereka sering tidak menggelar kegiatan belajar mengajar lantaran bangunan sekolah terendam. Rob pada bulan ini benar-benar yang terparah di Desa Sriwulan," imbuh Budi, panggilan Setyobudi.

Menghadapi kondisi seperti itu, ia dan warga lain di Desa Sriwulan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Demak maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar bertindak cepat. Paling tidak, ucapnya, pemerintah segera menetapkan status darurat bencana di Kecamatan Sayung.

Tiap Tahun Penduduk Sriwulan Demak Berkurang 10 Persen Akibat Abrasi
Tiap Tahun Penduduk Sriwulan Demak Berkurang 10 Persen Akibat Abrasi. FOTO Warga melintas di bekas jalur penghubung antar desa di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Demak, Kamis (17/09/2015) sore. Akses jalan yang baru dibuat tiga tahun ini hilang digerus abrasi.

"Kami juga mengharapkan sinergi dari para pemangku kepentingan untuk secara serius menangani bencana ini. Pemerintah sebaiknya menetapkan status darurat bencana supaya ada bantuan bagi warga di Kecamatan Sayung," imbuh Budi.

Ia mengungkapkan, selama ini, desa di Kecamatan Sayung yang menjadi langganan rob adalah Sriwulan dan Bedono. Rob di dua desa tersebut datang hampir setiap hari. Warga merasa kewalahan menangani dampaknya.

Kepala Desa Sriwulan, Zamroni, mengemukakan, persoalan rob serta abrasi di wilayahnya semakin hari semakin tak terkendali. Berdasarkan data sementara, 1.200 penduduk Desa Sriwulan memutuskan hengkang karena sudah tak betah berkutat dengan ganasnya air asin.

"Yang masih bertahan ada 13.000 jiwa. Setiap hari, mereka mengeluh kepada saya mengenai rob. Mereka menanyakan pula soal realisasi pembangunan sabuk pantai di Kabupaten Demak," paparnya.

rob sayung
Kawasan Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah terendam rob, Minggu (29/05/2016) sore

Saat ini, desain proyek sabuk pantai sepanjang 1,5 kilometer di wilayah Desa Sriwulan masih dalam proses penggarapan. Menurut rencana, pembangunannya dilakukan pada tahun depan.

"Kami mendapat informasi bahwa sabuk pantai di Kota Semarang bakal lebih dulu digarap. Kami minta pemerintah adil. Sebaiknya pembangunan sabuk pantai di Kota Semarang dan Kabupaten Demak dilakukan secara bersamaan," pungkas Zamroni. (tribunjateng/putut dwi putranto)

Penulis: puthut dwi putranto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved