Breaking News:

Hak Jawab

PT Batamtex Bantah Miliki Utang Rp 23 Miliar pada Perusahaan Swiss Paul Reinhart

PT Batamtex Bantah Miliki Utang Rp 23 Miliar pada Perusahaan Swiss Paul Reinhart

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Batam Textile Industry (Batamtex) yang beralamat di Ungaran, Kabupaten Semarang, membantah memiliki hutang sebesar 1,7 juta dolar atau sekitar Rp 23 miliar terhadap Perusahaan asal Swiss, Paul Reinhart AG.

Hal itu menanggapi gugatan pailit yang dilayangkan kuasa hukum Paul Reinhart AG ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang, beberapa waktu lalu.

Kuasa hukum PT Batamtex, Saksono Yudiantoro mengatakan, PT Batamtex memiliki kontrak kerja dengan Everseasons Ltd berkaitan dengan pengadaan kapas. Namun, Paul Reinhart telah mengambilalih kontrak dari Everseasons Enterprises tanpa persetujuan Batamtex.

"Belakangan diketahui bahwa Everseasons Enterprises ternyata perusahaan fiktif. Dengan demikian, ikatan kontrak antara Batamtex dan Everseasons Enterprises tidak sah," katanya, seperti dalam keterangan tertulis kepada Tribun Jateng, Selasa (1/11/2016).

Dengan tidak sahnya kontrak antara Batamtex dan Everseasons, kata Saksono, maka tindakan Paul Reinhart yang mengambil alih kontrak pengadaan kapas tersebut juga merupakan perbuatan melawan hukum.

Berdasarkan fakta tersebut, PT Batamtex telah meminta Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat agar memerintah putusan arbitrase International Cotton Association (ICA) pada Agustus 2013 dan April 2014 tidak dapat dilaksanakan di Indonesia.

"Atas dasar fakta-fakta hukum tersebut, maka gugatan pailit yang dilayangkan Paul Reinhart tidak berdasar hukum dan spekulatif," jelasnya.

Baca: Gara-Gara Belum Lunasi Utang Rp 23 M, PT Batam Textile Industry Digugat Pailit Kreditor Asal Swiss

Sebelumnya diberitakan, PT Batam Textile Industry (Batamtex), perusahaan tekstil yang beralamat di Ungaran, Kabupaten Semarang, digugat pailit oleh kreditor perusahaan asal Swiss, Paul Reinhart AG.

Gugatan pailit PT Batam Textile Industry dilayangkan ke PN Semarang, pertengahan Oktober lalu dan sekarang sudah dalam proses persidangan.

Kuasa hukum Paul Reinhart AG, Tony Budidjaja mengklaim, total hutang PT Batam Textile Industry yang belum dibayarkan adalah USD 1,774 juta atau sekitar Rp 23 miliar jika dihitung kurs rupiah Rp 13 ribu. Jumlah tersebut hanya hutang pokok saja, belum ditambah bunga. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved