Kabar Pahlawan Devisa

Perempuan Ini Ditangkap Polisi Saat akan Kabur ke Singapura, Ternyata Dia Pemilik . . .

Perempuan Ini Ditangkap Polisi Saat akan Kabur ke Singapura, Ternyata Dia Pemilik . . .

Perempuan Ini Ditangkap Polisi Saat akan Kabur ke Singapura, Ternyata Dia Pemilik . . .
tribunbatam
Proses evakusi korban kapal tenggelam di perairan Batam provinsi Kepulauan Riau, Rabu 2 November 2016. Mereka adalah para TKI ilegal yang diangkut dari Johor ke Batam 

TRIBUNJATENG.COM - Pemilik speedboat (kapal motor) yang mengangkut TKI ilegal, berniat kabur ke Singapura, setelah terjadi musibah di perairan Nongsa, Batam. Namun polisi dapat menangkap perempuan berinisial R itu di kawasan Batam Centre.

"Kapal itu pemiliknya seorang wanita, sudah ditangkap di Batam Centre. Dia berusaha menyamar, bersama keluarganya mau kabur ke Singapura. Inisialnya R," ujar Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Brigjen Pol Sambudi Gusdian di RS Bhayangkara, Batam, Rabu (2/11).

Selain mengamankan pemilik kapal kepolisian juga tengah mengejar tekong kapal yang diduga melarikan diri ke kota lain. "Tekong kabur ke Surabaya," katanya.

Tim evakuasi dari Polda Kepri, TNI AL, Basarnas, serta masyarakat terus berjibaku melakukan pencarian korban. Dari korban tewas yang ditemukan, ada anak berusia 4 tahun serta ibu yang sedang hamil.

Mayat ditemukan di lokasi yang berbeda yakni di perairan Teluk Mata Ikan dan perairan depan Nongsa Point. Sebanyak empat orang ditemukan di perairan Teluk Mata Ikan. Kemudian sekitar 10 orang mayat ditemukan di perairan depan Nongsa Point, Batam.

"Yang ini agak berat, korbannya sedang hamil," sebut seorang tim Basarnas ketika menurunkan mayat dan menyerahkannya kepada petugas yang menunggu di pelabuhan Nongsa Point, Batam.

Rasa letih terlihat dari wajah para korban selamat. "Masih banyak kawan saya yang masih di laut. Nggak tahu bagaimana keadaannya sekarang. Semoga semua baik-baik saja," sebut Yusef, seorang TKI ilegal.

Bustami, TKI Asal Aceh mengatakan, semua yang selamat ini mencoba berenang selama hampir dua jam. Mereka hampir putus asa karena tidak segera datang pertolongan. "Ada nelayan yang kebetulan lihat kami berenang kemudian memberi pertolongan," ujar Bustomi. Kapal nelayan itu hanya mampu mengangkut empat orang.

Setelah sampai di darat, nelayan itu kembali ke laut untuk menyelamatkan korban yang lain. "Nelayan ini baik betul, dia bolak-balik menjemput kami. Bersyukur saya masih bisa hidup," terang Bustami. (tribunjateng/tribunbatam/ane/man/koe/leo)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved