Demo 4 November

25 Perwakilan Massa Demo Akan Diterima di Istana Presiden

Tito mengatakan, sebanyak 25 orang itu kemungkinan besar akan diterima oleh Menkopolhukam, Mensesneg dan menteri agama.

25 Perwakilan Massa Demo Akan Diterima di Istana Presiden
Jessi Carina
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memeriksa pasukan usai apel kesiapsiagaan pengamanan tahapan kampanye Pilkada serentak 2017 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016). Plt Gubernur DKI Soemarsono (baju putih) juga ikut dalam apel itu. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta massa pendemo agar tak menginap di depan Istana Presiden.

Apalagi nanti akan ada 25 perwakilan dari massa pendemo akan diperbolehkan masuk ke Istana Presiden.

"Nanti sehabis Salat Jumat akan ada 25 perwakilan yang masuk ke Istana Presiden," kata Tito kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com, disela memantai demo Ahok, Jumat (4/11/2016) siang.

Tito mengatakan, sebanyak 25 orang itu kemungkinan besar akan diterima oleh Menkopolhukam, Mensesneg dan menteri agama.

"Kemungkinan juga akan hadir dari Komisi 3 DPR supaya rekan-rekan pendemo tidak perlu ke DPR," ujar Tito.

Makanya, kata Tito, pendemo tak perlu sampai menginap di depan Istana Negara.

"Tak ada gunanya juga sampai menginap. Kan aspirasinya sudah sampai dengan diterimanya 25 orang oleh pihak Istana," kata Tito.

Demo Ahok dilakukan untuk meminta Presiden Joko Widodo mendesak agar Ahok diproses hukum dan dipenjara akibat penistaan agama Islam yang dilakukannya.

"Saya paham akan ada permintaan untuk penegasan masalah proses hukum, itu kan sudah kita jalankan. Saat ini sudah cukup banyak saksi antara lain saksi saudara Habib Rizieq juga sudah kita dengar, dari jam 1 sampai jam 8 malam," ujar Tito.

Bahkan Hari Senin (7/11/2016) nanti polisi akan memeriksa Basuki Tjahaja Purnama. Kemudian Ketua MUI juga akan  dimintai keterangannya.

Selain itu ada pula ada beberapa saksi dari terlapor Basuki Tjahaja Purnama. "Dia juga memikiki hak untuk menghadirkan saksi ahlinya," ucap Tito.

Menurut Tito, pihaknya pun harus mengakomodir itum Sebab undang-undang memang memberikan kesempatan bagi terlapor juga bisa memberikan saksi ahli yang menguntungkan dirinya.

"Jadi nanti saya minta proses hukum tetap berjalan tapi jangan dipaksakan, kita lebih baik bersabar sesuai dengan langkah-langkah proses hukum," tutup Tito.
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Max Agung Pribadi

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved