Kisah Penumpang Selamat dari Kecelakaan Mobil Berpenumpang 7 Mahasiswi UGM yang Terjun ke Jurang

Sesakali air mata membasahi pipi pria berambut cepak ini. Ia mengaku sangat menyesal terkait insiden kecelakaan ini. Ia merasa sangat bersalah.

Editor: a prianggoro
SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Mobil berpenumpang 8 mahasiswa UGM mengalami kecelakaan di Pasuruan. Mobil mereka masuk ke dalam jurang sedalam 200 meter lebih. 

TRIBUNJATENG.COM- Erga Patra Gave hanya bisa merintih kesakitan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bangil, Pasuruan, Sabtu (5/11). Pria asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, tersebut tercatat sebagai korban kecelakaan tunggal mobil Toyota Avanza N 1088 GX yang terjungkal dari ketinggian 200 meter lebih di Jalan Dusun Sugro, Desa Andonosari, Kecamatan Nongkojajar, Pasuruan.

(Baca : Mobil Berpenumpang 7 Mahasiswi UGM Terjun ke Jurang. Dua Mahasiswi Tewas)

Sesakali air mata membasahi pipi pria berambut cepak ini. Ia mengaku sangat menyesal terkait insiden kecelakaan ini. Ia merasa sangat bersalah.

"Mengapa bukan saya yang menjadi sopir saat itu. Saat dalam perjalanan pulang dari Bromo, saya hanya menjadi penumpang, bukan sopir. Kondisi saya kurang fit dan ngantuk berat," kata Erga.

Ia mempercayakan kemudi mobil itu kepada temannya, Ni Made Ray Kristianti. Alasannya, dalam rombongan yang bertolak dari Malang ke Bromo untuk berwisata itu hanya Ni Made Ray Kristianti yang mampu mengemudikan mobil.

Erga mengaku tidak ingat apapun mengenai kejadian itu. Ia hanya ingat, selepas turun dari Gunung Bromo, langsung tidur pulas di kursi tengah dekat jendela sebelah kanan. "Saya hanya tidur saja, bahkan saya terbangun setelah mobil masuk ke dalam jurang. Saya juga lupa tadi terguling berapa kali," katanya.

Saat sudah di jurang, ia mengaku berusaha menyelamatkan teman - temannya. Ia lebih dulu keluar mobil , setelah itu membantu satu per satu temannya keluar dari mobil. "Setelah semua keluar, saya minta tolong bantuan ke warga. Untungnya langsung ada bantuan, sehingga kami langsung bisa cepat keluar dari jurang ," tuturnya.

Ia mengaku tidak membayangkan sebelumnya akan mengalami peristiwa ini. Ia bahkan, bermimpi akan pulang ke Yogya berbekal pengalaman wisata ke Bromo dan praktik kerja lapangan (PKL) di Rumah Sakit Jiwa Lawang.

"Jujur saya tidak membayangkan ini sebelumnya. Saya baru sadar ternyata saya korban kecelakaan. Tapi saya bersyukur, saya dan teman-teman selamat," ungkapnya.

Pria 24 tahun ini mengeluh sakit di bagian pinggangnya. Maklum, ia mengalami benturan keras di bagian pinggang. Ada goresan merah di bagian itu. Selain itu, ada juga luka memar di tangan dam kepalanya.

Luka Erga boleh dibilang lebih ringan dibandingkan luka yang dialami teman-temannya. Erga tidak mengalami patah tulang atau cedera sangat serius. "Saya hanya merasa sedikit pusing saja," ujarnya.

Dia mengaku selama beberapa bulan berada di RSJ Malang bersama teman-temannya untuk memenuhi tugas dari kampus. Ia mengamati dan meneliti sistem serta program di RSJ Malang. Erga merupakan mahasiswa semester 3 Pascasarjana UGM, Fakultas Psikologi.

"Rencananya memang setelah penelitian pulang ke Yogya dan membuat laporan. Sebelum pulang, kami berniat untuk liburan dulu ke Bromo," jelasnya.

Ni Made Ray Kristianti awalnya sempat mengeluh sakit di bagian kepalanya. "Saya sudah tidak bisa ingat kejadian itu. Kejadiannya sangat cepat sekali, sekarang kepala saya berat sekali," katanya..

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved